"Makan kismis dengan cara ini dapat menggabungkan kesadaran kita dengan kemampuan kita untuk mengendalikan reaksi," kata Korn, dilansir Newyorkpost, Kamis (20/9/2017).
Korn menambahkan, kerutan yang nampak pada buah kering memacu respon relaksasi kimiawi yang disebut dominasi parasimpatis. Dalam keadaan ini, tingkat jantung dan pernapasan melambat, serta tingkat neurotransmitter mengalami kenaikan.
Korn mengatakan, saat makan kismis seseorang juga dapat merasakan teksturnya yang legit dan manis. Rasa ini sebenarnya juga cepat membuat Anda bosan.
"Setiap gigitan kismis juga membuat Anda mudah mengendalikan craving makan manis. Karenanya, Anda harus membatasi agar tidak berlebihan," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)