PULUHAN orang dilarikan ke rumah sakit di Kendari karena mengalami gejala yang sama yakni halusinasi dan tak sadarkan diri. Beberapa orang bahkan harus ditangani intensif di rumah sakit jiwa, penyebabnya adalah pil PCC, pil ilegal yang bikin sensasi seolah "fly" tanpa beban.
Badan POM selaku instansi terkait yang bertanggung jawab atas izin produksi dan peredaran obat-obatan bertindak tegas atas temuan ini. Ditemui Okezone di Kantor Badan POM Jakarta, Ketua Badan POM, Penny K. Lukito membeberkan kandungan pil PCC.
Setelah melalui serangkaian uji laboratorium Badan POM, ditemukan 2 jenis pil PPC yang dikonsumsi korban di Kendari dengan kandungan berbeda. Pada satu pil mengandung komposisi 3 bahan yakni Parasetamol, Carisoprodol dan Cafein, 3 komposisi yang kemudian dijadikan sebutan nama pil ini. Sementara satu pil PCC versi lain mengandung komposisi Parasetamol, Carisoprodol, Cafein dan Tramadol.
Bahan baku parasetamol baik sebagai penggunaan tunggal ataupun kombinasi dengan cafein saat ini masih diperbolehkan sebagai penggunaan terapi. Sementara lain hal dengan carisoprodol yang merupakan bahan baku obat yang memberi efek relaksasi otot dan memberi efek samping sedatif serta euforia, bahan baku ini yang dilarang keras. Dalam penggunaan dosis yang lebih tinggi, carisoprodol bisa mengakibatkan kejang dan halusinasi, efek terburuknya adalah kematian.
Dahulu obat dengan kandungan Carisoprodol diperbolehkan beredar di Indonesia namun karena efeknya berbahaya dan banyak disalahgunakan maka sejak 2013 obat dengan kandungan carisoprodol dilarang untuk diproduksi ataupun dipasarkan di Indonesia.
"Sejak tahun 2013, semua obat yang mengandung carisoprodol yakni carnophen, somadril, rheumastop, new skelan, carsipain, carminofein, etacarphen, cazerol, bimacharpen, karnomed, yang awalnya diberikan izin edar oleh Badan POM sudah dicabut izinnya. Artinya tidak boleh lagi beredar di Indonesia. Jika masih ada yang beredar itu artinya produk tersebut ilegal," beber Penny.
Lebih lanjut Penny menjelaskan efek Carisoprodol seperti membuat orang fly seolah terlepas dari beban. Perempuan ini juga mengatakanakan obat yang diproduksi oleh produsen lokal. Tapi karena bahan bakunya adalah bahan yang dilarang, maka pabrik maupun obatnya adalah ilegal.