Selanjutnya, pria yang sudah menjadi barista sejak Woolloomooloo Coffee milik Valencia Tanoesoedibjo dibuka pertama kali pada 2016 lalu ini mengaku lama-kelamaan ia merasa jatuh cinta dengan kopi dan menyadari bahwasanya kopi adalah passion atau hasrat dari dirinya.
"Berjalannya waktu, saya merasa senang, enjoy sama pekerjaan ini. Kopi jadi passion saya, sebagai barista saya senang karena kita harus tahu dan paham betul akan proses dari hulu ke hilirnya kopi. Jadi dari mulai cocok tanam, pola tanam, pemanggangan biji kopi, sampai akhirnya bisa jadi secangkir kopi yang siap diminum," imbuhnya.
Sementara itu, perihal belajar tentang kopi, Ajat menyebutkan dirinya mengkombinasikan antara program pelatihan training kopi yang ia ikuti dengan pengalamannya langsung berprofesi sebagai barista sejak 2011 alias enam tahun yang lalu. Ajat juga bercerita, bahwa masa-masa ia mengawali karir sebagai seorang barista. Dulu bidang profesi ini masih dianggap sebelah mata, sebagai pekerjaan yang tidak bergengsi.
"Duh dulu, sekitar 6 tahun lalu pas mulai jadi barista pekerjaan ini dilihat sebelah mata lah karena bisa dibilang kalah pamor sama profesi bartender. Nah, sekarang semakin ke sini, seiring dengan perkembangan coffee shop di Indonesia saya melihatnya barista sudah jadi profesi yang banyak orang incar, berbondong-bondong orang ingin jadi barista, sudah jadi profesi yang bergengsi lah sekarang," ungkapnya lagi.
BACA JUGA:
Barista Tidak Akan Pesan Ini di Coffee Shop