(Baca Juga: Desainer Indonesia Siap Pamerkan Keindahan Tenun Baduy Luar di London Fashion Week)
Setiap bagian dari alat tenun gedog memiliki nama masing-masing, seperti penyangga benang bernama cancangan, penyangga berbentuk mirip bambu bernama togtogan, ada pula jinjingan, pangrerean, dan sisir untuk merapatkan benang. "Sekarang banyak tenun yang dibuat secara modern. Akan tetapi, kami tetap mempertahankan cara tradisional ini," kata Adah.
Untuk membuat selembar tenun Badui dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 30 sentimeter, Adah membutuhkan waktu hingga 3 hari. Untuk ukuran yang lebih panjang atau lebar, waktu yang dibutuhkan juga makin panjang.
Adah yang juga pemilik industri kecil menengah (IKM) tenun Badui bersama kakaknya, menjual syal hingga bahan tenun dengan harga Rp100 ribu hingga Rp400 ribu per helai.
Ia mengaku tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan baku. Misalnya, benang tenun polos, diperoleh dari daerah Majalaya. Bahan baku ini kemudian dicelup dengan berbagai warna, mulai dari pewarna sintetis hingga pewarna alam di daerahnya sendiri.