Moms, Hindari Baby Talk saat si Kecil Belum Jelas Bicara Ya!

Vessy Frizona, Jurnalis
Minggu 06 Agustus 2017 09:24 WIB
Pola asuh (Foto: Mamahealth)
Share :

SEBELUM anak lancar bicara, mereka akan melewati fase mengeja, bubbling, dan masih cadel. Orangtua dan pengasuh harus rutin memberikan kata-kata agar anak terlatih bicara.

Diambil dari buku Happy Little Soul yang ditulis Retno Hening, ibu dari selebgram Kirana, berbagi tips tentang bagaimana agar anak lancar bicara. Berikut di antaranya.

Menghindari baby talk

Ketika anak belum jelas berbicara atau mengucapkan sesuatu terkadang kita ikut menyebutkan dan menirukannya, misalnya ketika Kinana menyebut kata "kaget" dengan "tadek" Saya tidak mengatakan "Kinana tadek, yaa tetapi tetap menggunakan kata yang benar "Kaget, ya?" Bagian ini sangat penting untuk kelancaran bicara anak. Setidaknya di pengalaman saya, Kirana harus tahu kata mana yang benar pelafalannya. Jika ia salah mengucapkan, luruskan kata yang ia maksud. Meskipun ia tak bisa langsung mengucapkannya dengan benar, setidaknya ia tahu mana yang bena. Segeralah koreksi kata-katanya yang salah pengucapan agar hal itu tak terus-menerus dan nantinya akan jadi kata yang sulit diubah.

Membacakan buku

Pada saat itu kita bisa membacakan buku sesuai teksnya atau menggantinya dengan kalimat yang sederhana. Menceritakan gambar-gambar yang ada di buku atau meminta dia membacakan buku dengan caranya.

Menyanyikan lagu dan sajak dengan tema yang berbeda sesuai dengan kegiatan yang dilakukan

Misalnya, lantunkan sajak Incy Wincy Spider ketika membacakan buku tentang laba-laba. "Wah, ada spider Incy windy spider climbed up the water spout..."

Menanyakan keadaan atau perasaannya

Contohnya ketika Kirana garuk-garuk karena alerginya kambuh, "Gatal, ya, Nak? sini, Ibuk usap-usap ya, Nak" Saya juga sering menanyakan perasaannya terhadap sesuatu yang saya lakukan bersamanya. "Kirana seneng nggak diajak main sama Ibuk?" Saya juga harus peka terhadap perubahan emosinya. Kalau dia terlihat bersedih, saya tidak segan untuk menanyakan penyebabnya.

Menggunakan intonasi yang berbeda ketika berbicara

Menggunakan tekanan-tekanan pada kata tertentu. Misalnya ketika menyambutnya bangun tidur "Assalamualaikuummm, anakku. Udah bangun, Sayaaang?"

Peka ketika dia bosan diajak berbicara

Misalnya, ketika kita membacakan buku lalu kita bercerita dan dia terlihat tidak suka atau bosan, hentikan dan cari kegiatan lain.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya