"Bisa jadi kondisinya berbalik ya, tadinya yang pem-bully itu merasa puas. Malah sebaliknya gantian dia yang di-bully," imbuhnya.
Untuk mencegah hal tersebut, orangtua harus menanamkan life skill sejak dini kepada anak. Pesankan kepada mereka, saat menghadapi hal yang tak diinginkan jangan dilawan.
Kalau dia melakukannya, justru kondisi sang anak merasa terancam. Beri tahu kepadanya untuk melakukan hal baik, apalagi dengan adanya life skill yang dimilikinya.
"Kalau anak punya life skill, dia menjadi tahu hal apa yang harus dilakukannya saat mengalami sesuatu yang membuatnya tidak nyaman dengan tepat," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)