Jangan bersikap gegabah, seperti menyuruh anak melawan risiko yang dihadapinya. Menurut Ajeng, sejak kecil anak harus mendapatkan life skill atau keterampilan hidup.
Beri tahu anak, kalau dia menghadapi hal kasar mereka harus bagaimana. Janganlah mengutus anak untuk membalas dendam atau melawannya.
Hal tersebut justru dapat membahayakan kenyamanan anak ketika berada di lingkungan luar rumah. Harus diingat, anak-anak pasti harus terlindung dari ancaman tersebut.
Ajeng menambahkan, seusai menghadapi bully, dapat saja kondisinya berbalik. Kondisi si pem-bully malah dipermalukan banyak orang di lingkungan sekitarnya.
Belum lagi kalau terdengar khalayak luas, kondisinya semakin parah. Dampaknya semakin panjang dan alih-alih menjadi viral di media sosial.