PERKEMBANGAN teknologi yang semakin maju berimbas pula pada permainan anak. Sekarang banyak anak-anak yang memilih bermain gadget ketimbang main bersama teman-temannya.
Permainan tradisional pun perlahan mulai ditinggalkan. Padahal, permainan tradisional banyak memberikan dampak positif untuk anak-anak.
(foto: Tiara Putri/Okezone)
Menurut psikolog Rose Mini atau yang biasa disapa Bunda Romi, permainan tradisional dapat merangsang kecerdasan anak. Permainan seperti enggrang batok, bakiak, dan lompat tali melatih kecerdasan kognitif dan interpersonal anak.
(Baca Juga: HARI ANAK NASIONAL: 5 Destinasi Wisata Air untuk Manjakan si Kecil)
Terlebih permainan tradisional membantu anak untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Sedangkan permainan gadget hanya melatih anak untuk berinteraksi dengan mesin.
Menyadari hal ini, salah satu TV swasta nasional, MNC TV menyelenggarakan Festival Permainan Asli Indonesia bertempat di pelataran parkir Candi Bentar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Festival ini melibatkan kurang lebih 2.700 anak-anak yang berasal dari 21 PAUD dan TK serta 23 SD di sekitaran Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bekasi, dan Depok.
Acara yang mengusung tagline “Ayo Main di Luar”, festival ini mengajak anak-anak untuk kembali mengenal mainan tradisional yang pernah populer di kalangan anak-anak Indonesia.
(Baca Juga: HARI ANAK NASIONAL: Daripada Gadget, Bermain Puzzle Lebih Aman Melatih Fungsi Otak Anak)
Diselenggarakan Minggu (23/7/2017), festival ini digelar guna memeriahkan Hari Anak Nasional. “Sebagai stasiun TV yang dekat dengan anak-anak, setiap perayaan hari anak bagi MNC TV adalah hari yang spesial karena penonton utama kami adalah anak-anak. Kami ingin mengangkat dan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak Indonesia,” ujar Sales & Marketing Director MNC TV, Jasmine Pratiwi.
"Kami ingin mereka tidak melupakan budaya karena Indonesia memiliki banyak sekali mainan tradisional mulai dari bekel, engklek, gobak sodor, dan lainnya. Permainan tradisional juga lebih sehat buat anak karena mereka dituntut bergerak secara fisik, tidak hanya duduk mainan gadget,” sambungnya.
(foto: Tiara Putri/Okezone)
Festival ini berlangsung sejak pukul 06.00 WIB yang dimulai dengan pawai. Anak-anak yang turut serta mengenakan pakaian tradisional dan kostum hasil kreativitas. Sejumlah sekolah bahkan menampilkan drum band.
Setelah pawai usai, anak-anak mendengarkan sharing session bersama artis cilik Alifa dan Bunda Romi. Selain itu, anak-anak juga dihibur dengan atraksi sulap oleh Pak Tarno.
Setelah selesai dengan rangkaian hiburan, anak-anak mulai mengikuti lomba permainan tradisional. Adapun permainan yang dilombakan antara lain bakiak, balap karung, benthik, egrang batok, engklek, gasing, membuat layang-layang, lompat bambu, ular naga, boy-boyan, dan lompat tali. Ada juga perlombaan seperti mewarnai, menyanyi, dan menari tradisional.