Namun rasanya tak lengkap jika membahas kampung Betawi tanpa mengulas sejarahnya. Dilansir dari berbagai sumber, kampung Betawi ini awal mulanya ada di kawasan Condet, namun sayang gemerlap kota Metropolitan membuat kampung hanya bisa bertahan selama 10 tahun.
Sejak saat itulah kampung menghilang. Dan, hilangnya kampung Betawi tersebut rupanya membangunkan gubernur saat itu di bawah pimpinan Sutiyoso untuk tetap menjaga kelestarian budaya. Sebab itu, di tahun 2011 gubernur Sutiyoso pun memindahkan kampung Betawi di Setu Babakan tersebut.
Alasannya karena kawasan ini dihuni oleh suku Betawi asli, di mana dari mulai perumahannya, ukiran kayu, hingga alat musik khas Betawi bisa ditemukan di sini. Jadilah kawasan ini menjadi Kampung Betawi hingga saat ini.
Sebuah kiriman dibagikan oleh NOW! Jakarta Magazine (@now_jakarta) pada Jun 10, 2017 pada 8:13 PDT
(Fiddy Anggriawan )