HUT JAKARTA: Menelisik Sejarah Kampung Betawi yang Nyaris Punah

Tentry Yudvi, Jurnalis
Kamis 22 Juni 2017 19:21 WIB
Kampung Betawi, Setu Babakan, Jakarta (foto: Instagram/@febbyo.laa)
Share :

Namun rasanya tak lengkap jika membahas kampung Betawi tanpa mengulas sejarahnya. Dilansir dari berbagai sumber, kampung Betawi ini awal mulanya ada di kawasan Condet, namun sayang gemerlap kota Metropolitan membuat kampung hanya bisa bertahan selama 10 tahun.

Sejak saat itulah kampung menghilang. Dan, hilangnya kampung Betawi tersebut rupanya membangunkan gubernur saat itu di bawah pimpinan Sutiyoso untuk tetap menjaga kelestarian budaya. Sebab itu, di tahun 2011 gubernur Sutiyoso pun memindahkan kampung Betawi di Setu Babakan tersebut.

Alasannya karena kawasan ini dihuni oleh suku Betawi asli, di mana dari mulai perumahannya, ukiran kayu, hingga alat musik khas Betawi bisa ditemukan di sini. Jadilah kawasan ini menjadi Kampung Betawi hingga saat ini.

Setu Babakan in Jagakarsa, South Jakarta, is the city’s indigenous cultural trove as it is a one-stop destination to learn more about the native Betawi tribe, from their distinctive culture to their cuisine. Every Sunday, one can witness traditional Betawi dances such as Cokek and Topeng. Other artistic Betawi performances include Tanjidor which is a traditional orchestra playing various instruments, Lenong which is a comedy show performed alongside a group of people playing Betawi tunes as the back sound, the giant wooden dolls Ondel-Ondel as well as the indigenous martial art Silat Beksi. _____ #jakarta #nowjakarta #lifeinthecapital #betawi #culture #setubabakan #lake #situbabakan #betawiculture #cultural #experience #arts #art #ondelondel #tanjidor #pencaksilat #silatbeksi #silat #lenong

Sebuah kiriman dibagikan oleh NOW! Jakarta Magazine (@now_jakarta) pada Jun 10, 2017 pada 8:13 PDT

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya