HUT JAKARTA: Menelisik Sejarah Kampung Betawi yang Nyaris Punah

Tentry Yudvi, Jurnalis
Kamis 22 Juni 2017 19:21 WIB
Kampung Betawi, Setu Babakan, Jakarta (foto: Instagram/@febbyo.laa)
Share :

DI tengah keramaian hiruk pikuk ibu kota, masih ada juga kesederhanaan yang bisa ditemukan jika pergi ke kawasan Setu Babakan di Jakarta Selatan. Ada Kampung Betawi dengan keragaman budayanya masih bisa ditemui di sana.

Kampung Betawi ini namanya memang sudah terkenal di kalangan wisatawan nusantara dan asing. Terlebih dalam perayaan hari jadi Jakarta yang ke 490 tahun ini banyak penelusur meluangkan waktu untuk mengenal lebih dalam budaya suku Betawi.

Disinilah gua besar, disinilah pertama kali mengenal jakarta,disinilah tempat main gua dari balita sampai beranjak dewasa, disinilah tempat gua berkarya, dan disinilah tempat dimana gua ngerasa kerasnya ibu kota. #hutjakarta490 #setubabakan #lentengagung #jagakarsa #jakartaselatan #betawipunyegaye #warisanbabehpitung

Sebuah kiriman dibagikan oleh AjayPutraPratamaAndreas (@jay_ajay23) pada Jun 21, 2017 pada 3:02 PDT

Banyak hal yang bisa Anda perhatikan dari masyarakat Betawi asli di sana, di antaranya bercocok tanam, berdagang, memancing, hingga membuat makanan khas Betawi. Jika beruntung Anda juga bisa melihat pementasan seni ada Betawi yang sudah semakin jarang dipergunakan.

Ada musik tanjidor yang begitu nyaring ketika dimainkan, dan juga tari topeng khas Betawi yang biasa dimainkan oleh pemuda – pemudi di sini. Wisatawan asing juga banyak ditemukan ketika berada di sini.

Jika hendak mencicip kuliner khas Betawi seperti Kerak Telor dengan sangat mudah ditemukan di sini. Atau santapan Soto Betawi yang lezat mak nyus juga bisa disambangi ketika berada di setu Babakan.

Namun rasanya tak lengkap jika membahas kampung Betawi tanpa mengulas sejarahnya. Dilansir dari berbagai sumber, kampung Betawi ini awal mulanya ada di kawasan Condet, namun sayang gemerlap kota Metropolitan membuat kampung hanya bisa bertahan selama 10 tahun.

Sejak saat itulah kampung menghilang. Dan, hilangnya kampung Betawi tersebut rupanya membangunkan gubernur saat itu di bawah pimpinan Sutiyoso untuk tetap menjaga kelestarian budaya. Sebab itu, di tahun 2011 gubernur Sutiyoso pun memindahkan kampung Betawi di Setu Babakan tersebut.

Alasannya karena kawasan ini dihuni oleh suku Betawi asli, di mana dari mulai perumahannya, ukiran kayu, hingga alat musik khas Betawi bisa ditemukan di sini. Jadilah kawasan ini menjadi Kampung Betawi hingga saat ini.

Setu Babakan in Jagakarsa, South Jakarta, is the city’s indigenous cultural trove as it is a one-stop destination to learn more about the native Betawi tribe, from their distinctive culture to their cuisine. Every Sunday, one can witness traditional Betawi dances such as Cokek and Topeng. Other artistic Betawi performances include Tanjidor which is a traditional orchestra playing various instruments, Lenong which is a comedy show performed alongside a group of people playing Betawi tunes as the back sound, the giant wooden dolls Ondel-Ondel as well as the indigenous martial art Silat Beksi. _____ #jakarta #nowjakarta #lifeinthecapital #betawi #culture #setubabakan #lake #situbabakan #betawiculture #cultural #experience #arts #art #ondelondel #tanjidor #pencaksilat #silatbeksi #silat #lenong

Sebuah kiriman dibagikan oleh NOW! Jakarta Magazine (@now_jakarta) pada Jun 10, 2017 pada 8:13 PDT

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya