SOSOK di balik pembangunan Monumen Nasional (Monas) ialah Presiden Pertama Indonesia, yaitu Ir Soekarno. Pada 1949 bertepatan dengan mengakunya Belanda pada Indonesia yang telah berdaulat, kemudian dengan selang waktu yang tidak terlalu lama, dipindahkan pula Ibu Kota dari Yogyakarta kembali ke Jakarta.
Pembangunan Monas yang digagas oleh Ir Soekarno bertujuan untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam menumpas penjajahan dan memerdekakan Tanah Air.
Setelah dibentuk komite pembangunan Monas dan diadakan sayembara desain yang terkumpul 51 desain, akhirnya terpilihlah desain karya Frederich Silaban, yang dibuat dengan konsep lingga dan yoni, yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran, sesuai dengan perintah Bung Karno. Kemudian, disempurnakan oleh RM Soedarsono, jadilah wujud Monas seperti sekarang ini.
Proses pembangunan tahap pertama dimulai pada 1961 hingga 1965, dengan membangun pondasi, dinding museum di lantai dasar dan obelisk atau bangunan menjulang pada proses pembangunan awalnya. Kemudian, proses kedua dilakukan pada 1966, setelah pemberontakan G 30 S/ PKI dapat ditumpas. Proses kedua ini berlangsung selama dua tahun, yaitu hingga 1968.
Proses ketiga dimulai pada 1969 hingga 1976. Dalam tahap ini bagian dalam museum diberi tambahan diorama. Hingga pada akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 12 Juli 1975, dan dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Sejak saat itulah masyakarat Jakarta dan sekitarnya bisa menikmati pesona kemegahan Tugu Monas yang indah dan menakjubkan.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.