Wow! Ini Transformasi Jakarta dari Tahun ke Tahun

Annisa Aprilia, Jurnalis
Rabu 21 Juni 2017 16:30 WIB
Patung Pancoran, Jakarta (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA akan memperingati hari jadinya yang ke-490, Kamis 22 Juni 2017. Asyiknya kita atur waktu mundur sejenak ke beberapa tahun lalu, ketika Jakarta belum sepadat seperti sekarang.

Banyak perubahan yang dialami kota metropolitan ini, mulai dari sisi wujud perkotaannya, hingga jumlah penduduknya.

Kali ini Okezone akan menampilkan transformasi Kota Jakarta dari tahun ke tahun, yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (21/6/2017), semua warga Jakarta wajib tahu!

1. Taman Suropati

Taman Suropati 1945. #jakartaDuluKala

Sebuah kiriman dibagikan oleh jakarta tempo dulu (@jakartadulukala) pada Jun 16, 2017 pada 2:20 PDT

Dulu taman yang kini sering dijadikan tempat santai muda-mudi Jakarta masih sangat sepi. Belum ada air mancur atau rumah kaca yang berdiri di sana. Hanya pepohonan yang rindang dan tanaman hias lainnya.

#tamansuropati

Sebuah kiriman dibagikan oleh Rosiana (@rosiana09_) pada Mar 17, 2017 pada 8:48 PDT

Kini, Taman Suropati ramai oleh pemuda dan pemudi Jakarta yang menghabiskan waktu santai mereka dengan bermain dan berkumpul di sana. Tak jarang pula taman ini dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk pemotretan dan syuting film, karena keindahannya.

2. Jalan Thamrin

Jalan Thamrin, Jakarta 1974. #JakartaDuluKala #JakartaTempoDulu

Sebuah kiriman dibagikan oleh jakarta tempo dulu (@jakartadulukala) pada Jun 13, 2017 pada 11:49 PDT

Pada 1974 Jalan Thamrin memang sudah banyak dibangun gedung-gedung. Tapi, suasana lalu lintasnya tentu belum seramai dan sepadat seperti sekarang.

Love Jakarta, love the traffic! #jakarta #trafficjam #jalanthamrin #mhthamrin #jakartacity #dkijakarta #instajakarta #instadaily #jkt #traffic #friday

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ryan Batchin (@ryanbatchin) pada Mar 17, 2017 pada 9:06 PDT

Kini kawasan Jalan Thamrin tidak boleh dilalui pengendara sepeda motor. Hanya kendaraan beroda empat dan bus kota saja yang boleh melintas. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi kemacetan Jakarta, pembangunan MRT pun sedang berlangsung untuk mengurai kemacetan.

3. Kawasan Pancoran

Banyak warga Jakarta hanya mengenal nama patung yang berdiri megah di wilayah pancoran sebagai Patung Pancoran, padahal nama sebenarnya adalah Patung Dirgantara. Patung Pancoran digagas Presiden Soekarno agar ada patung yang menggambarkan kekuatan dan kemegahan dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Patung ini menggambarkan manusia angkasa yang memiliki semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Karenanya, Patung dinamakan oleh Soekarno, “Patung Dirgantara”. Pancoran 1970an. #JakartaDuluKala #JakartaTempoDulu

Sebuah kiriman dibagikan oleh jakarta tempo dulu (@jakartadulukala) pada Jun 8, 2017 pada 9:33 PDT

Kawasan jalan Pancoran dulu sangat amat berbeda dengan sekarang. Dulu, kawasan ini sama sekali tidak terdapat gedung-gedung bertingkat tinggi dan berkilau. Hanya lahan kosong di sisi kanan dan kiri jalan, serta rumah-rumah penduduk terlihat dari kejauhan.

Jadi foto patung Pancoran gara-gara macet hehehe😁 Sejarah patung Pancoran Monumen Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran adalah salah satu monumen patung yang terdapat di Jakarta. Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar udara Halim Perdanakusuma. Ide pertama pembuatan patung adalah dari Presiden Soekarno yang menghendaki agar dibuat sebuah patung mengenai dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Sumber: Wikipedia #latepost✌ #patungpancoran #kotajakarta #jalanjakarta #enjoyjakarta

Sebuah kiriman dibagikan oleh amel (@rizkiamalia79) pada Apr 13, 2017 pada 8:43 PDT

Sekarang, kawasan Pancoran ramai dengan pengendara mobil dan motor yang melintas. Gedung-gedung pencakar langit pun turut memadati kawasan tempat Patung Dirgantara tersebut berdiri. Bahkan, jalan layang yang semula tidak ada, kini ada bahkan sudah lama telah digunakan.

4. Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang tahun 1900-an image: wikipedia #JakartaDuluKala #JakartaTempoDulu #TanahAbang

Sebuah kiriman dibagikan oleh jakarta tempo dulu (@jakartadulukala) pada Jun 6, 2017 pada 6:36 PDT

Pada 1900-an Pasar Tanah Abang masih sangat tradisional. Transportasi tradisional seperti andong atau delman masih digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang-barang pasar. Jalan yang dilintasi pun belum diaspal. Tidak ada gedung tinggi dan besar, hanya ada bangunan sederhana seperti rumah yang berdiri di kanan dan kiri jalan.

Tanpa kabel 🌤️

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lulu (@nurulrf) pada Jun 15, 2017 pada 4:52 PDT

Sekarang, tiap kali Hari Raya Idul Fitri Pasar Tanah Abang selalu padat dan benar-benar dipadati oleh pembeli yang tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari luar Jakarta, bahkan luar Indonesia.

5. Bundaran Hotel Indonesia

Bundaran HI tahun 1976. #JKTDuluKala #jakartTempoDulu #JakartaDuluKala

Sebuah kiriman dibagikan oleh jakarta tempo dulu (@jakartadulukala) pada Mei 19, 2017 pada 1:53 PDT

Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 1976 sudah diramaikan oleh kendaraan beroda dua dan empat. Tapi, kawasan tersebut belum sepadat seperti sekarang ini.

Bundaran HI. A view from IMC Room 37th Floor #planterslife #minamas #bundaranhi

Sebuah kiriman dibagikan oleh Azli Ibrahim (@azlibest) pada Jun 13, 2017 pada 3:12 PDT

Bundaran HI sekarang sudah sangat padat oleh kendaraan. Pada Minggu pagi, di kawasan ini diadakan car free day. Masyarakat bisa merasakan berada di Jakarta tanpa adanya asap kendaraan, karena pada hari itu kendaraan bermotor dilarang untuk melintas. Hanya akan ada warga yang berolahraga saja yang bisa ditemui di sini.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya