Kawasan jalan Pancoran dulu sangat amat berbeda dengan sekarang. Dulu, kawasan ini sama sekali tidak terdapat gedung-gedung bertingkat tinggi dan berkilau. Hanya lahan kosong di sisi kanan dan kiri jalan, serta rumah-rumah penduduk terlihat dari kejauhan.
Sekarang, kawasan Pancoran ramai dengan pengendara mobil dan motor yang melintas. Gedung-gedung pencakar langit pun turut memadati kawasan tempat Patung Dirgantara tersebut berdiri. Bahkan, jalan layang yang semula tidak ada, kini ada bahkan sudah lama telah digunakan.
4. Pasar Tanah Abang
Pasar Tanah Abang tahun 1900-an image: wikipedia #JakartaDuluKala #JakartaTempoDulu #TanahAbang
Sebuah kiriman dibagikan oleh jakarta tempo dulu (@jakartadulukala) pada Jun 6, 2017 pada 6:36 PDT
Pada 1900-an Pasar Tanah Abang masih sangat tradisional. Transportasi tradisional seperti andong atau delman masih digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang-barang pasar. Jalan yang dilintasi pun belum diaspal. Tidak ada gedung tinggi dan besar, hanya ada bangunan sederhana seperti rumah yang berdiri di kanan dan kiri jalan.
Sekarang, tiap kali Hari Raya Idul Fitri Pasar Tanah Abang selalu padat dan benar-benar dipadati oleh pembeli yang tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari luar Jakarta, bahkan luar Indonesia.