HAMPIR sebagian besar makanan ringan di rumah Anda mungkin ada jagung, termasuk sup hangat dan salad. Tapi, apakah jagung benar-benar sehat sebagai camilan Anda?
Sama seperti makanan lain yang kita konsumsi, mungkin ada rasa takut bila jagung juga bisa menimbulkan efek kesehatan yang berbahaya. Terlebih banyak informasi di internet yang mengatakan sebagai camilan jagung itu tidak sehat. Jadi, benarkah jagung tidak sehat?
Jagung sebenarnya adalah salah satu makanan yang sehat. Berikut manfaat sehat mengonsumsi jagung sebagai camilan yang dilansir dari Boldsky:
1. Meningkatkan kesehatan jantung
Antioksidan pada jagung benar-benar meningkat saat dimasak. Antioksidan sehat ini dapat menjaga kesehatan jantung Anda.
2. Meningkatkan kesehatan mata
Jagung memiliki kemampuan untuk memperkuat saraf optik, karena mengadung lutein. Karena itu, ngemil jagung juga dapat memperbaiki penglihatan kita.
3. Meningkatkan energi
Jagung kaya akan karbohidrat sehat yang tidak menambah berat badan bagi tubuh Anda. Namun, ngemil jagung justru akan membantu meningkatkan energi Anda.
4. Mengatasi sembelit
Karena jagung kaya akan kandungan serat, makanan ini membantu melunakkan tinja. Selain itu, kandungan serat jagung juga memperbaiki pergerakan usus untuk mencegah sembelit.
5. Sifat anti-kanker
Banyak penelitian menunjukkan, jagung mengandung fitonutrien yang memiliki kemampuan untuk melawan sel penyebab kanker dalam tubuh manusia. Jadi, sertakan jagung dalam diet harian Anda untuk mengurangi risiko kanker.
6. Menurunkan berat badan
Jagung sangat rendah kalori dan sukrosa (bahkan kurang dari 1 apel). Jadi, ini adalah kudapan sehat bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan.
7. Sehat untuk bakteri usus
Jagung memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi bakteri sehat di usus Anda. Hal ini pada akhirnya akan membantu membuat pencernaan menjadi sehat.
8. Jagung bebas gluten
Banyak orang menderita intoleransi gluten bingung memilih kudapan yang sehat. Jagung bisa menjadi pengganti yang sangat baik untuk gandum dalam kasus intoleransi gluten.
(Helmi Ade Saputra)