KEHAMILAN merupakan salah satu titik penting dalam kehidupan setiap wanita. Namun seringkali hadir dengan rangkaian masalah kesehatan, termasuk kondisi serius jika tidak ditangani segera.
Salah satu masalah tersebut adalah preeklampsia, komplikasi kehamilan yang berpotensi berbahaya, di mana kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi. Preeklampsia biasanya terjadi setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang tekanan darahnya normal.
Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan fatal bagi ibu dan bayi. Dengan kondisi yang mengisyaratkan sekira 3 sampai 8 persen dari wanita hamil, para periset mengatakan bahwa preeklampsia menempatkan 1 dari 10 ibu yang hamil dengan risiko 6 kali menderita stroke selama atau setelah melahirkan.
Studi tersebut menunjukkan, kondisi tertentu seperti hipertensi kronis, gangguan perdarahan atau infeksi saluran kemih dapat meningkatkan risiko stroke pada wanita dengan preeklampsia. Stroke terkait kehamilan terjadi hingga 6 kali lebih sering pada wanita dengan preeklampsia dibandingkan dengan wanita hamil secara keseluruhan.
"Wanita dengan preeklampsia yang mengalami hipertensi kronis, gangguan perdarahan atau penggumpalan darah atau infeksi-terutama infeksi saluran kemih-tampaknya berisiko terkena stroke secara signifikan," kata penulis utama penelitian, Eliza C. Miller, mahasiswa postdoctoral di Columbia University Amerika Serikat yang dikutip Zeenews, Senin (29/5/2017).