BAGI ibu hamil dan menyusui, penting untuk menyantap makanan yang mengandung gizi lengkap. Bagaimanapun, ia perlu memerhatikan asupan untuk pertumbuhan janin maupun bayinua.
Menurut dr Diana F Suganda, MKes, SpGK, Spesialis Gizi Klinis dari RSPI, mengatakan bahwa selama berpuasa, tubuh kekurangan asupan. Bila strategi puasa tidak diatur, bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang anak.
"Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan atau minuman selama 14 jam, artinya asupan ibu berkurang dan mengganggu asupan nutrisi ke janin maupun produksi ASI," terang dr Diana di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 23 Mei 2017.
Maka dari itu, untuk ibu hamil dan menyusui yang ingin berpuasa, dr Diana menyarankan untuk mengikuti prinsip gizi seimbang.
Konsumsi aneka ragam pangan
Ada ragam jenis nutrisi yang perlu dipenuhi baik ibu hamil maupun menyusui, misalnya karbohidrat, lemak, protein, sayur, dan buah. Mengapa lemak penting? Karena lemak memberi andil dalam pertumbuhan sel dan pelindung otak bayi.
Batasi konsumsi garam
"Batasi asupan makanan yang mengandung garam. Garam itu dari menu makanan saja, jangan ditambahkan. Biasanya garam tersembunyi di saos, bumbu bubuk," ujar dr Diana. Ia berimbuh, sebaiknya mengurangi makanan yang bersifat asin karena bersifat diuretik dan berdampak pada dehidrasi.
Minum air putih
Penting untuk minum air putih saat berpuasa, setidaknya 2-3 liter atau setara 8-12 gelas per hari. Anda bila memulainya segelas air putih saat bangun tidur, segelas air saat makan, dan segelas air saat imsak. Sisa porsi air putih bisa dilanjutkan seusai berbuka puasa hingga malam hari.
Batasi minum kopi
Kopi mengandung kafein yang bersifat diuretik, sehingga membuang cairan di dalam tubuh. Padahal, saat puasa tubuh memerlukan cairan yang tetap bertahan di dalamnya. Oleh karenanya, batasi minum kopi dan teh saat Anda sahur. Ganti kafein dengan susu hangat agar menimbulkan rasa kenyang dan mencegah efek diuretik.
(Helmi Ade Saputra)