Untuk studi dalam Journal of Sistem Informasi Manajemen ini, tim peneliti memperoleh tanggapan dari 341 mahasiswa sarjana dari sebuah universitas di Amerika Utara yang menggunakan Facebook.
Hasil penelitian menunjukkan, individu yang menampilkan tingkat lebih tinggi penggunaan Facebook memiliki keasyikan yang kuat kognitif-emosional (sistem 1) dan kontrol kognitif-perilaku yang lemah (sistem 2), sehingga menciptakan ketidakseimbangan. Bahkan, semakin besar ketidakseimbangan antara dua sistem, individu lebih mungkin terlibat dalam penyalahgunaan media sosial, kata para peneliti.
Selain itu, penyalahgunaan Facebook ini juga berdampak negatif terhadap kinerja akademik. Semakin tinggi penggunaan bermasalah, maka mendapat nilai IPK lebih rendah.
"Sebuah peningkatan kecil dalam penggunaan media sosial yang bermasalah berdampak signifikan terhadap kinerja akademik, dan ini menurun terus-menerus," tutur Ofir Turel dari California State University.
(Helmi Ade Saputra)