FOOD STORY: Naengmyeon, Mi Dingin Sebagai Alat Propaganda di The Hermit Kingdom

Dimas Andhika Fikri-Santi Andriani, Jurnalis
Senin 27 Februari 2017 07:10 WIB
Mi dingin Korea Utara (Foto:Muchies)
Share :

"THE Hermit Kingdom" demikian sebutan yang disematkan kepada negara Korea Utara. Berbeda dari saudaranya, Korea Selatan yang hingar bingar, Korea Utara memang dikenal sebagai negara terisolasi dari dunia internasional.

Namun sama seperti negara-negara lainnya, Korea Utara pun menyimpan sejumlah kisah soal kulinernya. Ya peradaban sebuah negara memang tidak lepas dari apa yang dinikmati lidah dan masuk ke dalam perut masyarakatnya, hingga kuliner pun memiliki budaya dan sejarahnya sendiri.

Simon Cockerell, seorang warga Inggris yang pada 2016 menandai kunjungannya ke Korea Utara sebagai yang 150 kali mengisahkan beberapa hal unik yang menarik untuk dieksplorasi. Tentu saja soal kuliner di negara yang dipimpin Kim Jong-un itu.

Mi sebagai bentuk propaganda untuk mencintai makanan dalam negeri

Simon yang seorang general manager perusahaan agen wisata khusus ke Korea Utara, Koryo Tours, bercerita soal naengmyeon atau yang dikenal sebagai mi dingin. 

Makanan ini merupakan salah satu kuliner tradisional khas Korea Utara. Dalam bahasa Korea, mereka menyebutnya naengmyeon. Saking uniknya, ada sebuah lagu khusus tentang kudapan tersebut, "Naengmyeon, naengmyeon, Pyognyang naengmyeon!".

"Menurut beberapa sumber, lagu tersebut merupakan salah satu bentuk propaganda agar masyarakat Korea Utara bangga dengan produk makanannya dan menunjukkan keamanan dalam makanan," tutur Simon.

Naengmyeon sendiri terbuat dari gandum yang disajikan dengan kuah kaldu dingin, telur rebus kering, beberapa potong daging, dan sambal cabai. Meski tampilannya tidak menarik (berwarna hitam), Simon menyebut hidangan ini ternyata memiliki rasa yang lezat.

Sebagai saudara Korea Utara dan Korea Selatan tentu memiliki kuliner yang sama. Keduanya sama-sama memiliki kimchi, kuliner yang kini berhasil melanglang buana karena dianggap sebagai makanan sehat. 

Sebagian besar penduduk Korea Utara, sangat menggemari hidangan ini. Apalagi jika diolah mengggunakan bahan dasar kubis dan bumbu cabai yang sangat pedas. Kimchi bahkan telah diakui PBB sebagai salah satu warisan budaya negara tersebut.

"Kimchi khas Korea utara memang memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan Korea Selatan. Perusahaan saya telah menyelenggarakan sejumlah acara untuk warga Korea di China, dan mereka sangat gelisah jika beberapa makanan tidak disajikan bersama kimchi," ujar Simon.

Sweat meat (daging anjing)

Ini adalah makanan paling "aneh" di Korea Utara. Kendati demikian, daging tersebut hanya dimakan pada acara-acara khusus.

“Mereka tidak menyebutnya ‘daging anjing’ melainkan sweet meat (daging manis). Hidangan ini merupakan salah satu hidangan terlezat di negara tersebut, dan umumnya hanya dikonsumsi satu atau dua kali setahun, itu pun kalau mereka mampu membelinya,” tutur Simon.

Lebih lanjut Simon menuturkan, para pelaku wisata di Korea Utara, kerap menawarkan sup anjing kepada para wisatawan asing yang tertarik untuk mencicipinya. Bahkan, ada beberapa restoran di Pyongyang yang meyajikan berbagai olahan daging anjing, seperti rusuk anjing hingga steak anjing.

Koryo burger

Selain kimchi dan naengmyeon, Korea Utara juga memiliki makanan cepat saji yang dikenal dengan sebutan Koryo Burger. Kudapan tersebut hanya dapat Anda cicipi ketika menaiki salah satu maskapai asal Korea Utara yakni, Air Koryo.

“Burger ini benar-benar tidak enak dan tidak jelas juga jenis daging apa yang mereka gunakan. Jika Anda berencana mengunjungi Korea Utara dengan maskapai ini, pesanlah menu vegetarian,” pungkas Simon seperti dilansir dari Munchies, Senin (27/2/2017).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya