ANDA pasti sudah familiar mendengar kata 'surabi', makanan tradisional khas Jawa ini memang sangat digemari semua kalangan berkat rasanya yang khas.
Serabi atau surabi berasal dari bahasa sunda yaitu 'sura' berarti besar. Hidangan tersebut dipercaya sudah ada sejak 1923.
Saat itu, penduduk asli Jawa membuat adonan serabi menggunakan tepung beras atau terigu sebagai bahan dasarnya. Adonan kemudian dibakar di atas tungku tanah liat, lalu disajikan bersama kuah atau saus yang terbuat dari gula jawa dan santan kelapa (kinca).
A video posted by Calvin ðJakarta, Indonesia (@gedeinperut) on Jan 23, 2017 at 2:58am PST
Seiring berkembangnya zaman, serabi ternyata juga mengalami sejumlah modifikasi khusus demi menarik perhatian konsumen. Hal ini terlihat jelas dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @gedeinperut.
Pada video tersebut, serabi disajikan dengan berbagai pilihan topping terbaru bercita rasa asin seperti, oncom, ayam suwir, abon, srundeng dan masih banyak lagi. Nah, jika Anda tertarik untuk mencicipinya, varian ini dapat ditemukan di kawasan Cisangkuy, Bandung.
(Santi Andriani)