"Pada awalnya ini sangat sulit untuk saya, khususnya tentang bagaimana mengira-ngira berapa takaran dari bahan-bahan yang harus digunakan. Ini sesuatu yang belum pernah aku lakukan," kenang Yang kepada CNN. "Tapi perlahan aku mulai menyukai membuat kue," lanjutnya.
Pada perayaan Thanksgiving, Yang berpikir ia sangat beruntung dan diberkahi karena Bread of Life memberinya kesempatan untuk bekerja pertama kalinya.
"Sebelum berada di tempat ini, aku tersesat dan sangat bingung. Aku tidak tahu apa yang bisa aku harapkan untuk masa depanku kelak. Di toko roti ini, aku belajar untuk merdeka dan berjuang," ujarnya.
SOal harapannya di masa depan, Yang berharap suatu hari nanti ia bisa membangun toko roti sendiri dan memulai sebuah keluarga. " Aku hidup tanpa keluarga, jadi jika kelak aku punya anak aku akan memberi anak-anakku cinta yang tidak pernah aku dapatkan," tutupnya. Demikian seperti dilansir dari CNN, Selasa (29/11/2016). Untuk lihat video klik di sini.
(Santi Andriani)