Peneliti menemukan bahwa pasien dengan NAFLD yang paling parah mengalami gangguan napas saat tidur dan skor indeks hypopnea lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang NAFLD kurang parah.
Pasien denga OSA/hipoksia juga memiliki lebih parah fibrosis atau jaringan parut di hati daripada mereka yang tidak OSA/Hipoksia. Mereka juga menemukan korelasi yang jelas antara tingkat keparahan indeks stres oksidatif baik secara sistemik dan dalam hati, serta indeks berat yang digunakan untuk mengevaluasi OSA.
Data ini menunjukkan bahwa gangguan napas saat tidur adalah pemicu penting dari stres oksidatif yang mendorong perkembangan NAFLD pediatrik untuk NASH. "Kami menunjukkan bahwa remaja obesitas dengan NAFLD yang memiliki OSA dan kurang mendapat oksigen, memiliki jaringan parut yang signifikan dalam hati mereka," tutup Sundaram.
(Helmi Ade Saputra)