Gangguan Tidur Dapat Memicu Penyakit Fatty Liver

Helmi Ade Saputra, Jurnalis
Senin 08 Agustus 2016 17:00 WIB
Ilustrasi (Medpagetoday)
Share :

JANGAN anggap sepele gejala-gejala sleep apnea, termasuk sering mendengkur. Karena, sebuah studi baru menyebutkan, sleep apnea obstruktif berhubungan dengan perkembangan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) pada orang dewasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Hepatology ini menyebutkan, sleep apnea juga pemicu perkembangan NAFLD pediatrik untuk steatohepatits non-alkohol (NASH) atau jenis penyakit fatty liver, ditandai dengan peradangan hati dengan akumulasi lemak.

NAFLD adalah akumulasi lemak ekstra dalam sel hati pada seseorang yang minum alkohol. Meskipun steatosis hati terisolasi dianggap bentuk kurang agresif NAFLD, pasien dengan NASH akhirnya dapat berkembang menjadi fibrosis parah dan sirosis, dengan perkembangan karsinoma hepatoseluler pada orang dewasa.

"Ada bukti yang muncul bahwa sleep apnea terkait dengan obesitas dan hipoksia nokturnal intermiten yang terkait dengan perkembangan NAFLD. Pasien NAFLD Pediatri dengan OSA / hipoksia memiliki penyakit hati yang lebih maju dan fibrosis, mendukung peran untuk OSA dalam pengembangan NASH," kata Shikha Sundaram, peneliti di University of Colorado School of Medicine, di Amerika Serikat, dikutip dari Thehealthsite, Senin (8/8/2016).

Peneliti mempelajari 36 remaja dengan NAFLD, untuk menilai apakah stres oksidatif yang disebabkan oleh sleep apnea dan kurang oksigen saat tidur mendorong perkembangan NAFLD. Pasien NAFLD telah secara secara signifikan meningkatkan aminotransferases, penanda inflamasi, dan bukti sindrom metabolik.

Peneliti menemukan bahwa pasien dengan NAFLD yang paling parah mengalami gangguan napas saat tidur dan skor indeks hypopnea lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang NAFLD kurang parah.

Pasien denga OSA/hipoksia juga memiliki lebih parah fibrosis atau jaringan parut di hati daripada mereka yang tidak OSA/Hipoksia. Mereka juga menemukan korelasi yang jelas antara tingkat keparahan indeks stres oksidatif baik secara sistemik dan dalam hati, serta indeks berat yang digunakan untuk mengevaluasi OSA.

Data ini menunjukkan bahwa gangguan napas saat tidur adalah pemicu penting dari stres oksidatif yang mendorong perkembangan NAFLD pediatrik untuk NASH. "Kami menunjukkan bahwa remaja obesitas dengan NAFLD yang memiliki OSA dan kurang mendapat oksigen, memiliki jaringan parut yang signifikan dalam hati mereka," tutup Sundaram.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya