Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Obesitas Berdampak pada Perlemakan Hati

Maria Amanda Inkiriwang , Jurnalis-Kamis, 28 Juli 2016 |20:00 WIB
Obesitas Berdampak pada Perlemakan Hati
Ilustrasi (Foto: Rediff)
A
A
A

GAYA hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan olahan yang berlebih, konsumsi alkohol, dan kurang bergerak, dapat mencetuskan terjadinya obesitas. Perlu diketahui bahwa obesitas akan menimbulkan kondisi perlemakan hati.

"Kita tahu penyebab obesitas adalah kurangnya aktifitas karena kita jarang bergerak. Obesitas memiliki risiko fatty liver atau perlemakan hati," ujar dr Irsyal Rusad, SpPd, spesialis penyakit dalam, kepada Okezone saat dijumpai di kediamannya, di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Perlemakan hati tidak memiliki gejala yang khas. Umumnya, pasien yang sudah mengalami komplikasi akan mengalami keluhan lemah, letih, sakit kepala, perubahan mood, mual dan muntah, serta nyeri pada perut kanan atas. Adapun cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan menyembuhkan perlemakan hati ini.

"Bagi orang fatty liver biasanya mudah teraba. Cara untuk mendeteksinya ialah melakukan ultrasonografi dan biopsi," ujarnya.

Oleh karena itu, langkah termudah untuk menghindari terjadinya perlemakan hati adalah dengan menjalankan pola hidup sehat. Salah satunya dengan berolahraga sebagai pencegahan obesitas.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement