Dari sisi etika yakni menghormati orang yang lebih tua, menghargai pimpinan atau orang yang dihormati. Selain itu juga adanya rasa kekeluargaan dan kebersamaan menyatu dalam tradisi saprahan.
“Makanan yang sama-sama dinikmati. Artinya, dengan makan saprahan ini istilahnya duduk sama-sama rendah, berdiri sama-sama tinggi,” ujarnya.
Generasi kini sudah mulai sedikit yang mengetahui budaya yang dimiliki Kota Pontianak. Bahkan, adat etika di meja makan atau table mannersaja sudah banyak ditinggalkan.
Dalam saprahan, terkandung bagaimana bersikap sopan saat menikmati sajian atau hidangan makanan dalam sebuah acara.
“Saprahan itu diajarkan bagaimana sikap duduk yang baik, di mana kaum pria duduk bersila sedangkan kaum wanita duduk berselimpuh,” jelasnya.