Pak Bondan, begitu dia akrab disapa menambahkan, untuk urusan strategi demikian, harusnya pemerintah Indonesia bisa lebih peka mengambil kesempatan.
Seperti halnya teori low hanging fruit, kata dia. Teori ini bermakna mengambil kesempatan dari buah-buah yang dekat. Sehingga merujuk pada masih banyak negara lain yang terbilang dekat untuk menarik potensi wisata, sekaligus promosi kuliner Nusantara. Dia mencontohkan misalnya negara Singapura dan Thailand.
"Menurut saya, jika Singapura atau Thailand yang masih terbilang dekat yang sudah kentara data statistik pariwisata, kemungkinan untuk berhasil akan jauh lebih besar," pungkasnya.
(Santi Andriani)