"Kalau seperti prangko Ibu Tien Soeharto itu harus izin kepada Yayasan Harapan Kita. Tetapi, sebelumnya juga sudah harus mendapat izin kepada keluarga Cendana, jadi tidak bisa sembarangan," jelasnya.
Sementara itu, prangko Tien Soeharto ini ditempel bersama undangan Malam Kenangan Ibu Tien Soeharto dalam Busana dan Budaya pada 24 April 2011 di Sasono Utomo TMII. Mendiang Tien Soeharto, istri mantan Presiden RI, almarhum HM Soeharto memang dinilai sebagai ikon pakem kebaya. Tien Soeharto adalah Ibu Negara yang kental sekali memertahankan pakaian dengan berkebaya.
Tien Soeharto bukan hanya memakai kebaya dalam seremoni tertentu, tetapi dalam kesehariannya. Ia bisa memberikan motivasi kepada perempuan Indonesia untuk tetap berkebaya.
Kegiatan peragaan busana kebaya itu untuk mengenang Tien Soeharto saat masih hidup dalam berpakaian kebaya. Pada malam kenangan tersebut, ditampilkan pakaian-pakaian yang pernah dipakai olehnya sebelum dan sesudah menjadi Ibu Negara. Tien Soeharto sudah membuktikan selama 30 tahun lebih menjadi Ibu Negara yang tetap setia mengenakan kebaya.
(Tuty Ocktaviany)