TENTU kita masih ingat almarhum Tien Soeharto. Kini, kita bisa melihat prangko foto Tien Soeharto di koleksi Museum Prangko Indonesia.
Prangko Tien Soeharto ini bisa kita lihat selama pameran Gebyar Pesona Museum Nusantara di Museum Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di pameran yang berlangsung dari 12-14 Oktober 2015, berdiri stan beberapa museum, termasuk Museum Prangko Indonesia.
Tidak sulit menemukan stan Museum Prangko Indonesia, karena terdapat kotak pos yang menjadi ciri khasnya. Di stan dengan pemandu berbaju oranye ini, kita bisa melihat prangko Tien Soeharto yang dipamerkan bersama prangko-prangko lainnya.
Namun, prangko Ibu Tien Soeharto inilah yang paling menarik perhatian. Menurut Andri Purnomo selaku pemandu di stan Museum Prangko Indonesia, koleksi prangko Tien Soeharto merupakan jenis prisma.
"Prangko prisma adalah prangko identitas yang dibuat berdasarkan pemesanan. Prangko prisma bisa gambar apa saja, tetapi yang penting tidak mengandung SARA dan pornografi," jelasnya kepada Okezone di Museum Indonesia, TMII, Jakarta Timur, Selasa (13/10/2015).
Namun, khusus untuk foto-foto tokoh negara tidak bisa sembarangan, termasuk prangko Tien Soeharto. Andri Purnomo mengatakan, sebelum pemesan melakukan pemesanan kepada Kantor Pos Indonesia, terlebih dahulu harus meminta izin kepada yang bersangkutan.
"Kalau seperti prangko Ibu Tien Soeharto itu harus izin kepada Yayasan Harapan Kita. Tetapi, sebelumnya juga sudah harus mendapat izin kepada keluarga Cendana, jadi tidak bisa sembarangan," jelasnya.
Sementara itu, prangko Tien Soeharto ini ditempel bersama undangan Malam Kenangan Ibu Tien Soeharto dalam Busana dan Budaya pada 24 April 2011 di Sasono Utomo TMII. Mendiang Tien Soeharto, istri mantan Presiden RI, almarhum HM Soeharto memang dinilai sebagai ikon pakem kebaya. Tien Soeharto adalah Ibu Negara yang kental sekali memertahankan pakaian dengan berkebaya.
Tien Soeharto bukan hanya memakai kebaya dalam seremoni tertentu, tetapi dalam kesehariannya. Ia bisa memberikan motivasi kepada perempuan Indonesia untuk tetap berkebaya.
Kegiatan peragaan busana kebaya itu untuk mengenang Tien Soeharto saat masih hidup dalam berpakaian kebaya. Pada malam kenangan tersebut, ditampilkan pakaian-pakaian yang pernah dipakai olehnya sebelum dan sesudah menjadi Ibu Negara. Tien Soeharto sudah membuktikan selama 30 tahun lebih menjadi Ibu Negara yang tetap setia mengenakan kebaya.
(Tuty Ocktaviany)