- Calon pengantin perempuan didudukkan di kursi yang berlubang.
- Calon pengantin perempuan dimandikan oleh tukang piare dengan air kembang setaman atau kembang tujuh rupa. Dimana kembang tersebut terlebih dulu dimasak dengan dengan air sampai mendidih lalu dituang ke dalam paso.
- Calon pengantin perempuan yang duduk di kursi yang berlubang, dan dibawah kursi tersebut diletakkan paso yang mengepulkan uap.
- Calon pengantin peremuan ditutupi dengan kain atau tikar pandan berukuran 1x1 meter yang bagian atasnya ditutupi agar uap ramuan tidak keluar tertiup angin. Diamkan selama 15-20 menit hingga seluruh ramuan telah meresap ke kulit tubuh.
Dari seluruh tahapan tersebut maka hasil yang diperoleh dari perawatan tangas adalah tubuh calon pengantin perempuan akan harum karena aroma mangir dan lulur serta jamu yang diminum selama masa piare. Seluruhnya berbaur dengan wangi yang keluar dari tubuh calon pengantin perempuan sehingga saat perempuan tersebut duduk di pelaminan tidak akan merasa berkeringat. Selain itu, hasil tangas juga berfungsi untuk menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, dan mengencangkan bagian kewanitaan.
(Ainun Fika Muftiarini)