Tangas Betawi Cocok untuk Calon Mempelai Wanita

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis
Jum'at 07 Agustus 2015 20:04 WIB
Tangas Betawi untuk calon mempelai wanita (Foto: Indonesiatravel)
Share :

SETIAP daerah di Indonesia memiliki kekayaan budaya berupa perawatan spa tradisional yang berbeda-beda. Salah satunya adalah perawatan khas Betawi yang disebut Tangas.

Perawatan Tangas Betawi ini, ada berbagai macam. Mulai dari bayi, perempuan yang akan melangsungkan pernikahan, serta perawatan pasca melahirkan. Yulia Himawati, perwakilan dari Indonesia Wellness Master Association pun menjelaskan detail perawatan kepada Okezone di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di adat Betawi, wanita yang akan menikah melakukan serangkaian perawatan sebelum pernikahan. Sebelum hari pernikahan, sang calon mempelai wanita dipiare (dipingit). Masa piare dimaksud untuk mengontrol kegiatan, kesehatan, serta memelihara kecantikan calon mempelai wanita. Selama masa piare calon mempelai wanita harus mengenakan kain sarung serta kebaya berlengan longgar. Seluruh tubuhnya diurut dan dilulur sekali sehari selama satu bulan. Selain itu, calon mempelai wanita juga pantang untuk mengonsumsi makanan yang digoreng dan berlemak, dan meminum jamu godogan.

Tangas dilakukan dengan urutan sebagai berikut :

- Calon pengantin perempuan mengenakan kain sarung dan berkebaya tipis. Umumnya kebaya yang digunakan seperti kebaya encim. Rambut perempuan tersebut dikonde sederhana dan ditutup kerudung tipis untuk menahan bunga dari air siraman dan seluruh tubuhnya yang masih berlulur.

- Calon pengantin perempuan memohon izin dan doa restu kepada kedua orang tua untuk melaksanakan acara Tangas sebagai persiapan menuju pernikahan esok hari.

- Calon pengantin perempuan didudukkan di kursi yang berlubang.

- Calon pengantin perempuan dimandikan oleh tukang piare dengan air kembang setaman atau kembang tujuh rupa. Dimana kembang tersebut terlebih dulu dimasak dengan dengan air sampai mendidih lalu dituang ke dalam paso.

- Calon pengantin perempuan yang duduk di kursi yang berlubang, dan dibawah kursi tersebut diletakkan paso yang mengepulkan uap.

- Calon pengantin peremuan ditutupi dengan kain atau tikar pandan berukuran 1x1 meter yang bagian atasnya ditutupi agar uap ramuan tidak keluar tertiup angin. Diamkan selama 15-20 menit hingga seluruh ramuan telah meresap ke kulit tubuh.

Dari seluruh tahapan tersebut maka hasil yang diperoleh dari perawatan tangas adalah tubuh calon pengantin perempuan akan harum karena aroma mangir dan lulur serta jamu yang diminum selama masa piare. Seluruhnya berbaur dengan wangi yang keluar dari tubuh calon pengantin perempuan sehingga saat perempuan tersebut duduk di pelaminan tidak akan merasa berkeringat. Selain itu, hasil tangas juga berfungsi untuk menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, dan mengencangkan bagian kewanitaan.

(Ainun Fika Muftiarini)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya