Penyebab baby blues dianggap terkait dengan perubahan hormonal yang terjadi selama seminggu setelah melahirkan. Pada masa ini, tubuh melakukan beberapa penyesuaian. Salah satunya adalah redanya adrenalin tinggi yang dirasakan ketika bayi lahir.
Hormon-hormon kehamilan secara bertahap meninggalkan tubuh bersamaan dengan mulainya produksi ASI. Nafsu makan berubah seiring dengan perubahan emosi. Tanggung jawab untuk merawat bayi juga dapat membuat perasaan tertekan.
Seperti dilansir dari Babycentre, Senin (3/8/2015), baby blues biasanya terjadi saat Anda telah meninggalkan rumah sakit, tepatnya tiga atau lima hari setelah melahirkan. Seberapa bahagia pun Anda menjadi seorang ibu, peran baru ini bisa membuat Anda merasa terjebak dan stres.
Baby blues bukan penyakit jiwa. Ini bisa sembuh dengan sendirinya dengan dukungan suami dan keluarga. Mengenai lama baby blues biasanya bertahan, Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto beranggapan, semua itu tergantung dari kepribadian sang ibu. “Lamanya baby blues tergantung dari kepribadian sang ibu. Tapi, kalau sudah lebih dari dua minggu gejalanya belum berhenti, harus segera mencari bantuan tenaga medis atau psikolog,” terangnya.
Nah, pernahkah Anda mengalami baby blues?
(Vien Dimyati)