Dijumpai terpisah, Fatimah, 43, sang pemilik Soto Segeer Mbok Giyem yang kini berubah menjadi Soto Seeger Hj. Fatimah, mengaku perubahan brand sudah berjalan sekitar tiga bulan. Kurang lebih pada awal Mei lalu, Soto Mbok Giyem berubah nama. Dia mengatakan, pengunjung tetap laris manis memadati warung sotonya.
Penyegaran
Diakuinya, langkah perubahan brand yang diambilnya merupakan langkah berani mengingat brand soto Mbok Giyem yang mengambil dari nama ibu kandungnya tersebut sudah telanjur melekat erat di hati masyarakat luas. Diakui sang pemilik, salah satu alasan langkah beraninya tersebut justru tak lain karena loyalitas para pelanggannya sendiri.
“Saya hanya ingin melakukan penyegaran saja. Mbok Giyem nama ibu, saya ingin sesuatu yang beda. Saya yakin karena rata-rata pelanggan soto saya adalah pelanggan lama yang sudah kenal. Memang berat, tidak mudah membangun brand dari awal, karena masyarakat dari luar tahunya soto khas dari Boyolali yang terkenal itu Mbok Giyem,” kata dia.
Diakuinya, pengubahan nama ini juga bertujuan untuk menjaga keaslian mutu kualitas sotonya. Meski berganti nama, tidak ada yang berbeda dari kualitas rasa maupun performa layanannya.
(Tuty Ocktaviany)