SOTO Mbok Giyem Boyolali berganti nama menjadi Soto Segeer Hj. Fatimah. Perubahan nama ini membuat penyuka kuliner Solo, khususnya soto Boyolali kecele.
Kuliner Solo berupa soto banyak ditemui di wilayah Soloraya. Di Boyolali salah satu yang terkenal, yakni Soto Mbok Giyem.
“Ealah, ternyata cuma ganti nama, saya pikir sotonya pindah kemana sampai sempat kebablasan, lalu akhirnya balik lagi dan kaget pas di kasir, ternyata soto baru ini sebenarnya soto Mbok Giyem yang saya cari, cuma memang baru saja berganti nama,” ungkap Aris, 45, pengusaha travel umroh asal Bekasi yang sengaja meluangkan waktu selama mudik untuk berburu kuliner khas Boyolali tersebut sambil tersenyum-senyum. Soto Segeer Mbok Giyem bertransformasi menjadi Soto Segeer Hj. Fatimah.
Pengunjung lainnya, Dwi, 44, mengaku selalu mampir ke mencari soto sebagai obat kangen kampung halaman. Diakuinya meski berganti nama, tak sedikit pun ada perubahan kualitas dan rasa.
“Rasa khasnya tetap sama. Gorengan dan sate cingurnya juga masih sama. Apalagi tempe kriuknya yang tebal, tapi renyah itu,” ungkap perempuan yang mengaku sudah menjadi langganan tetap soto tersebut.
Diakuinya, masalah perparkiran masih menjadi permasalahan klasik tiap kali menikmati soto di kala mudik. Lahan parkir yang sempit kerap membuat sejumlah pelanggan seperti dirinya kerepotan.