Bahkan, lanjut Yoseph, ada satu hal yang hingga kini juga tidak dirubah dari cara menjajakannya. Yaitu tetap menggunakan gerobak yang menjadi ciri khas, meski buka di pusat perbelanjaan modern. Bahan isian rujak juhi juga disimpan dalam stoples-stoples besar sama seperti mendiang Uha menjajakannya keliling Lapangan Banteng.
"Ini yang dijaga dari dulu sampai sekarang, masih menggunakan gerobak. Setiap ada mall baru, kami selalu bilang mau buka gerai di dalam mall asal tetap pakai gerobak, ini ciri khas kami," lanjut Yoseph.
Rujak juhi milik Pak Tata terdiri dari potongan kentang rebus, irisan kol, mentimun, mi basah, emping, dan tentunya juhi atau suwiran sotong. Semuanya kemudian diberi saus kacang tanah yang juga dicampur kacang mete.
Rujak Juhi Pak Tata selain memiliki gerai pusat yang berada di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, kini juga sudah membuka beberapa cabang di pusat perbelanjaan besar di Jakarta.
(Santi Andriani)