KOPI selalu jadi minuman favorit banyak orang di Indonesia. Entah untuk menemani waktu senggang, saat bersantai, bahkan beberapa di antaranya, kopi juga dinilai sebagai pembangkit mood.
Dengan alasan menyingkat waktu, kopi instan selalu jadi andalan para penikmat kopi. Tinggal seduh, langsung bisa dinikmati. Lantas, pernahkah terbesit di benak anda bahwa kopi instan dalam proses pembuatannya melewati tahapan yang cukup panjang.
Yuk, intip bagaimana kopi instan itu dibuat. Kali ini, Okezone berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik kopi instan ternama, Torabika, di kawasan Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (18/3/2015).
Menurut Rizal Effendi, Section Head Departemen Produksi Torabika, sebenarnya sebelum masuk ke ranah produksi, biji kopi didapat dari hasil perkebunan kopi yang ada di Lampung dan perkebunan kopi lainnya di Indonesia. Di mana biji kopi terbaik sudah dipilah dan dikirimkan ke pabrik yang ada di kawasan Cikupa, Tangerang ini.
Ada lima tahapan dalam mengolah kopi, mulai dari bentuk biji hingga siap dikonsumsi. Berikut pemaparannya dalam Factory Visit Torabika.
Grading
Proses ini merupakan tahap awal dalam proses produksi. Biji kopi pilihan ditampung dalam tabung besar. Di tabung ini, biji akan dipisahkan dari benda-benda asing yang masih tersisa. Dalam proses ini, biji kopi akan dipilah dari batu, ranting, dan benda-benda asing secara otomatis. Selain itu, biji kopi juga akan terpisah sesuai ukuran.
Yang berukuran besar akan terkumpul dengan biji yang berukuran besar juga. Begitu juga dengan biji kopi yang berukuran kecil. Hal tersebut akan berkaitan dengan proses selanjutnya.
Roasting
Ini merupakan tahapan paling penting. Pasalnya, proses roasting yang akan menentukan karakter, aroma dan cita rasa kopi yang akan dihasilkan. Dalam tahap ini, biji kopi yang telah di-grading, akan didistribusika ke mesin khusus roasting. Biji kopi akan disangrai pada suhu sekira 200 derajat Celcius dengan durasi sekira 15 meni.
Proses ini juga akan mengurangi kadar air yang terkandung dalam biji kopi. Perlu diketahui, semakin rendah kadar air yang terkandung dalam biji kopi, semakin kuat aroma dan cita rasa kopi.
Grinding
Setelah disangrai, lalu biji kopi didinginkan di mesin khusus dengan suhu sekira 50 derajat Celcius. Setelah biji kopinya mulai turun suhu panasnya, masuk ke dalam mesin penggilingan sampai halus dan diproses hingga halus.
Secara otomatis, mesin grinder akan memisahkan hasil gilingan mana yang halus dan masih kasar. Gilingan yang kasar dimasukkan lagi dan digiling kembali hingga halus. Sedangkan biji kopi yang sudah halus, langsung diambil dan diproses ke tahap selanjutnya, yaitu mixing.
Mixing
Proses mixing dilakukan ditempat berbeda. Dalam tahap ini, bubuk kopi siap untuk dipadukan dengan berbagai formula, seperti susu, gula atau bahan lain untuk menghasilkan jenis kopi yang diproduksi.
Packaging
Proses ini merupakan tahapan pengemasan kopi yang sudah diformulasikan dengan berbagai paduan. Proses ini dijalani dengan mesin otomatis, di mana takaran kopi sudah disesuaikan. Dan dibungkus secara otomatis sesuai dengan berat bersih kemasan produk.
Proses packaging yang baik, bertujuan untuk menghasilkan kopi instan yang berkualitas baik. Setelah itu, kopi dimasukkan ke dalam box dan siap dipasarkan.
(Santi Andriani)