Saking lembutnya, sampai banyak yang mengira bahwa itu adalah kentang atau keju. Benar saja, ketika Okezone menyentuh dan mencicipinya, warnanya kuning cerah dan tekstur dari isian kacang hijaunya terasa lembut, nampak seperti olahan kentang. Tak ayal, banyak pelanggan mengira bahwa itu adalah kentang.
“Untuk onde-ondenya saya juga enggak pakai pemanis buatan dan pengawet. Jadi benar-benar gula dan garam saja,” beber Djuni.
Dalam sehari, Djuni bisa membuat sekira 2.500 butir onde-onde yang tersebar di enam outlet miliknya di Jakarta. Untuk bisa menikmati kelezatan onde-onde istimewa Banyumas ini, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Satu butirnya hanya Rp3.500.
“Untuk kemasannya, kami menyediakan isi dua, isi tiga, isi lima, 10, dan yang paling besar isi 30 butir. Semua harganya sama, dihitung perbuah,” pungkas dia.
(Tuty Ocktaviany)