Bahaya Game Online pada Anak

Salman Mardira (Okezone), Jurnalis
Minggu 11 Januari 2015 17:12 WIB
Bermain game online (Foto:Thesun)
Share :

ORANGTUA harus proaktif mengawasi anaknya bermain game online, karena efek permainan itu bukan hanya kecanduan, tapi bisa mempengaruhi pola pikir dan psikis si anak. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Aceh menilai ada delapan game online yang berbahaya bagi anak.

Game online ini menawarkan sensasi praktis bagi anak dengan nuansa perang-perangan, perkelahian, pembantaian etnis, perang antar suku, dan bahkan pembunuhan sadis terhadap siapapun yang dianggap lawan,” kata Rudi Bastian, Manager Program LBH Anak Aceh, Minggu (11/1/2015).

Menurutnya usaha mencontoh dan meniru tokoh-tokoh dalam game inilah bisa berdampak pada kehidupan si anak. “Setiap anak yang bermain game ini mendapatkan suasana menegangkan, dan menantang, tak terkecuali jika game ini dimainkan oleh orang dewasa,” sebutnya.

Rudy memaparkan hasil penelusuran lembaganya, kedelapan game online tersebut, digandrungi oleh anak usia delapan sampai 14 tahun. Warung internet yang menyediakan game ini, selalu ramai dikunjungi anak-anak atau menjadi rumah kedua bagi mereka dalam bermain.

“Alasan anak senang bermain game adalah karena ingin mencoba hal yang baru dan juga untuk dapat menghilangkan stres, dikarenakan tugas sekolah ataupun karena adanya suatu masalah. Padahal game online seyogyanya diperuntukkan bagi usia 17 tahun ke atas,” ujarnya.

Terlalu sering bermain game diakui dapat mempengaruhi kepribadian anak, terlebih pada usia delapan sampai 14 tahun, anak-anak cenderung akan menyerap dan meniru segala sesuatu yang dilihat, sehingga bisa berdampak dalam perkembangan tubuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya