ADA berbagai macam penyakit yang bisa menyerap manusia kapan pun dan di mana pun. Namun, ada beberapa penyakit serius yang dianggap sebagai penyakit paling menakutkan.
Berikut daftar penyakit paling menakutkan hasil jajak pendapat litbang KORAN SINDO
GAGAL JANTUNG : 21,3% responden
Jantung merupakan organ paling vital dalam tubuh karena berfungsi sebagai penyuplai oksigen dalam darah ke seluruh organ tubuh. Serang jantung dapat mengakibatkan kematian. Menurut data WHO, sebanyak 17,5 juta dari 58 kematian disebabkan oleh penyakit jantungn. Gaya hidup sehat adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk terhindar dari penyakit ini. (Baca: BPJS Lampaui Targert Peserta Setahun)
KANKER PAYUDARA : 16,5% responden
Kanker payudara disebabkan oleh sel-sel ganas yang terdapat pada jaringan payudara seperti kelenjar, jaringan lemak,pembuluh darah dan syaraf. Kanker payudara merupakan penyebab kematian utama pada wanita. Berdasarkan temuan WHO, pada 2012 angka kematian global akibat kanker payudara meningkat menjadi 8,2 %.
KANKER LEHER RAHIM : 13,8% responden
Kanker yang menyerang rahim merupakan penyebab kematian kedua akbiat kanker bagi kaum hawa di dunia dan pembunuh wanita no 1 di Indonesia. Berdasarkan data WHO, sekitar 5 juta perempuan di dunia kehilangan nyawa akibat penyakit yang juga disebut kanker serviks ini. Pada umumnya kanker rahim menyerang wanita pada rentang umur 45-65 tahun.
DIABETES : 10,3% responden
Penyakit gula ini banyak menyerang masyarakat global. Penyakit ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa dalam tubuh lantaran banyak mengonsumsi minuman-makanan manis dan pola makan yang buruk. Angkat kematian yang diakibatkan oleh penyakit diabetes terbilang fantastis. Menurut international diabetic federation, setiap enam detik orang meninggal akibat diabetes.
STROKE : 9,5%
Stroke merupakan penyakit yang didorong gaya hidup masyarakat modern. Penyakit ini menyerang jaringan otak yang disebabkan berkuranganya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke merupakan penyakit “pembunuh” nomor 3 paling berbahaya dengan rata-rata penderitanya mencapai 5,5 juta per tahun.
(Ainun Fika Muftiarini)