Nekat! Turis Ini Pilih Wisata ke Negara yang Sedang Perang

Mutya Hanifah, Jurnalis
Kamis 03 Januari 2013 21:01 WIB
Toshifumi Fujimoto di Syria (Foto: ABC)
Share :

JEPANG - Turis asal Jepang, Toshifumi Fujimoto, bosan dengan kesehariannya dan rutinitas yang itu-itu saja sebagai pengemudi kapal tanker. Dia pun mencoba wisata ekstrem yang benar-benar baru, yaitu wisata perang.

Pria 45 tahun ini sebenarnya bisa saja mencoba bungee jumping atau berburu hiu untuk memuaskan keinginannya terhadap wisata pemicu adrenalin. Namun, dia lebih memilih wisata perang, atau berwisata ke tempat yang tengah dirundung konflik.

Keinginan tersebut membawanya ke Syria, sebagai bagian dari perjalanannya menjelajahi Timur Tengah. Dia ke kawasan tersebut bermaksud mengambil gambar dan video konflik, dengan tidak lupa melindungi diri dari serangan tembakan. Tahun lalu, dia sempat mengunjungi Yaman dan Kairo, Mesir, tepat saat terjadi demonstrasi besar-besaran untuk menggulingkan Presiden Husni Mubarak.

Tahun ini, Fujimoto berencana mengunjungi Taliban, Afghanistan. Namun sebelumnya, dia akan menghabiskan waktu enam bulan di Syria, tepatnya di Aleppo, lokasi konflik yang telah menelan lebih dari 60 ribu korban jiwa.

Dalam perjalanannya, Fujimoto mengenakan kostum tentara Jepang dan membawa dua kamera serta satu kamera video. Setiap pagi, dia pergi mengelilingi Kota Aleppo, mendokumentasikan reruntuhan kota yang hancur akibat perang di tempat tersebut.

"Saya selalu pergi sendiri, tidak ada pemandu wisata yang mau menemani saya ke jalur perang. Ini sangat menyenangkan, dan adrenalin saya terpompa kencang dengan wisata ini," kata Fujimoto, seperti dikutip News, Kamis (3/01/2013). "Di Syria, lebih berbahaya menjadi jurnalis daripada menjadi turis," tutupnya.

(Fitri Yulianti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya