JAKARTA - Lagi-lagi masyarakat Indonesia diajak untuk berpolemik tentang pengklaiman budaya oleh Negeri Jiran. Perlu dipahami cara mengapa hal ini terus terulang.
Menurut Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia, Mukhlis PaEni, kesamaan rumpun dan sejarah antara Indonesia dan Malaysia menjadi penyebab utama hal ini terjadi. "Sejarah sama, budaya juga menjadi mirip. Karena itu, perlu adanya pemahaman sejarah bersama antara Indonesia dengan Malaysia," katanya saat jumpa pers "Konferensi International Associations of Historian of Asia (IAHA)" di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (26/6/2012).
Mukhlis mengungkapkan, dengan ahli sejarawan Indonesia dan Malaysia bertemu dan duduk bersama, akan bisa ditemukan mengenai akar permasalahan budaya. "Sejarah seharusnya bisa menjadi benteng bagi budaya suatu negara agar tidak mudah diklaim," tegas Mukhlis.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan bahwa budaya berkembang dalam masyarakat. Masalah kemudian muncul ketika nama negara dibawa dalam perkembangan budaya.
"Budaya itu luas, boleh dikembangkan dimana saja. Namun, origin atau asalnya itu yang harus jelas," tandasnya.
(Fitri Yulianti)