
Salah satu penemuan terbesar Mary Kenner adalah sabuk pembalut atau sanitary belt. Pada masa itu, produk pembalut belum berkembang seperti sekarang. Perempuan masih banyak menggunakan kain atau pembalut yang harus ditopang menggunakan sabuk khusus agar tetap berada pada posisinya.
Kondisi tersebut membuat kenyamanan dan perlindungan selama menstruasi menjadi tantangan tersendiri. Melihat kebutuhan tersebut, Kenner mengembangkan sabuk pembalut dengan desain yang dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh penggunanya.
Inovasi tersebut dilengkapi kantong tahan lembap (moisture-proof napkin pocket) untuk menempatkan pembalut. Desain ini bertujuan membantu menjaga pembalut tetap pada posisinya sekaligus mengurangi risiko darah menstruasi merembes dan mengotori pakaian.
Pada 1957, Kenner berhasil memperoleh paten pertamanya untuk penemuan sabuk pembalut tersebut. Inovasi ini menjadi salah satu kontribusi penting dalam perkembangan produk kebersihan menstruasi, khususnya dalam meningkatkan kenyamanan perempuan saat beraktivitas.
Meski berhasil menciptakan inovasi yang memiliki potensi besar, perjalanan Kenner untuk memperkenalkan temuannya kepada masyarakat tidak berjalan mulus. Setelah memperoleh paten sabuk pembalut, sebuah perusahaan sempat menunjukkan ketertarikan untuk memasarkan produk tersebut.
Kenner tentu merasa sangat gembira. Ia membayangkan penemuannya dapat diproduksi secara luas dan memberikan manfaat bagi banyak perempuan. Namun, harapan tersebut berubah ketika perwakilan perusahaan datang mengunjunginya dan mengetahui bahwa Kenner adalah perempuan kulit hitam.
Menurut kisah yang kemudian diceritakan Kenner, perusahaan tersebut mendadak kehilangan minat untuk memasarkan produknya. Perwakilan perusahaan bahkan kembali ke New York dan menyampaikan bahwa kerja sama tidak dapat dilanjutkan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran nyata diskriminasi rasial yang dihadapi perempuan kulit hitam pada masa itu. Padahal, penemuan Kenner memiliki potensi untuk membantu meningkatkan kenyamanan perempuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski menghadapi perlakuan diskriminatif, Kenner tidak menyerah. Ia tetap melanjutkan aktivitasnya sebagai penemu dan mengembangkan berbagai gagasan baru.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.