NAMA Mary Beatrice Davidson Kenner mungkin belum banyak dikenal masyarakat. Namun, perempuan asal Amerika Serikat ini memiliki kontribusi penting dalam sejarah perkembangan produk kebersihan menstruasi. Ia dikenal sebagai penemu sabuk pembalut (sanitary belt) yang membantu perempuan mendapatkan perlindungan lebih baik selama menstruasi.
Dilansir dari Help a Girl Out, Mary Kenner merupakan seorang penemu perempuan keturunan Afrika-Amerika yang lahir pada 7 Mei 1912. Sepanjang hidupnya, ia berhasil memperoleh lima paten atas berbagai inovasi yang diciptakannya. Salah satu penemuannya yang paling dikenal adalah sabuk khusus untuk menopang pembalut agar tidak mudah bergeser dan mengurangi risiko kebocoran.
Perjalanan Kenner menjadi seorang penemu tidaklah mudah. Ia harus menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi, diskriminasi rasial, hingga minimnya kesempatan bagi perempuan kulit hitam untuk mendapatkan pengakuan di dunia inovasi. Meski demikian, semangatnya untuk menciptakan berbagai benda yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari tidak pernah padam.

Ketertarikan Mary Kenner terhadap dunia penemuan sudah terlihat sejak usia dini. Salah satu pengalaman yang mendorong kreativitasnya terjadi ketika ia masih berusia enam tahun.
Saat itu, suara pintu belakang rumah yang berderit setiap pagi kerap membangunkannya ketika sang ibu hendak berangkat bekerja. Kenner kemudian menyampaikan gagasan kepada ibunya bahwa ia ingin menciptakan engsel pintu yang dapat melumasi dirinya sendiri agar tidak lagi menimbulkan suara berisik.
Meskipun ide tersebut belum berhasil diwujudkan, pengalaman itu menjadi awal ketertarikannya terhadap berbagai inovasi. Bakat tersebut juga tidak terlepas dari lingkungan keluarganya yang memiliki tradisi menciptakan berbagai penemuan.
Ayahnya, Sidney Nathaniel Davidson, merupakan seorang penemu yang mematenkan alat pengepres pakaian portabel pada 1914. Alat tersebut dirancang agar dapat dimasukkan ke dalam koper dan digunakan untuk merapikan pakaian ketika bepergian.
Sementara itu, kakeknya dikenal menciptakan sistem sinyal lampu tiga warna untuk membantu memberikan petunjuk bagi kereta api. Saudara perempuannya, Mildred Davidson Austin Smith, juga memiliki ketertarikan terhadap dunia inovasi dan kemudian mematenkan permainan papan keluarga.
Lingkungan tersebut membuat Kenner terbiasa melihat berbagai persoalan sehari-hari sebagai peluang untuk menciptakan sesuatu yang lebih praktis.
Seiring bertambahnya usia, ide-ide Kenner semakin berkembang. Ia tidak hanya memikirkan penemuan yang berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berbagai benda yang dapat mempermudah aktivitas manusia.
Beberapa gagasannya antara lain atap lipat untuk melindungi penumpang bagian belakang mobil dari hujan, ujung payung berbahan spons untuk menyerap tetesan air, hingga asbak portabel yang dapat dipasang pada bungkus rokok.
Ketika keluarganya pindah ke Washington, D.C., pada 1924, Kenner semakin aktif mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia penemuan. Bahkan, saat berusia sekitar 12 tahun, ia mulai mengunjungi kantor paten Amerika Serikat untuk mencari tahu apakah ide-ide yang dimilikinya sudah pernah dipatenkan oleh orang lain.
Pada 1931, Kenner menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas dan diterima di Howard University. Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya harus menghentikan pendidikan setelah sekitar satu setengah tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia sempat menjalani berbagai pekerjaan, termasuk menjadi pengasuh anak, sebelum akhirnya bekerja sebagai pegawai pemerintah federal. Meski memiliki pekerjaan tetap, Kenner tidak meninggalkan hobinya menciptakan berbagai inovasi. Ia terus mengembangkan ide-ide baru di waktu luangnya.

Salah satu penemuan terbesar Mary Kenner adalah sabuk pembalut atau sanitary belt. Pada masa itu, produk pembalut belum berkembang seperti sekarang. Perempuan masih banyak menggunakan kain atau pembalut yang harus ditopang menggunakan sabuk khusus agar tetap berada pada posisinya.
Kondisi tersebut membuat kenyamanan dan perlindungan selama menstruasi menjadi tantangan tersendiri. Melihat kebutuhan tersebut, Kenner mengembangkan sabuk pembalut dengan desain yang dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh penggunanya.
Inovasi tersebut dilengkapi kantong tahan lembap (moisture-proof napkin pocket) untuk menempatkan pembalut. Desain ini bertujuan membantu menjaga pembalut tetap pada posisinya sekaligus mengurangi risiko darah menstruasi merembes dan mengotori pakaian.
Pada 1957, Kenner berhasil memperoleh paten pertamanya untuk penemuan sabuk pembalut tersebut. Inovasi ini menjadi salah satu kontribusi penting dalam perkembangan produk kebersihan menstruasi, khususnya dalam meningkatkan kenyamanan perempuan saat beraktivitas.
Meski berhasil menciptakan inovasi yang memiliki potensi besar, perjalanan Kenner untuk memperkenalkan temuannya kepada masyarakat tidak berjalan mulus. Setelah memperoleh paten sabuk pembalut, sebuah perusahaan sempat menunjukkan ketertarikan untuk memasarkan produk tersebut.
Kenner tentu merasa sangat gembira. Ia membayangkan penemuannya dapat diproduksi secara luas dan memberikan manfaat bagi banyak perempuan. Namun, harapan tersebut berubah ketika perwakilan perusahaan datang mengunjunginya dan mengetahui bahwa Kenner adalah perempuan kulit hitam.
Menurut kisah yang kemudian diceritakan Kenner, perusahaan tersebut mendadak kehilangan minat untuk memasarkan produknya. Perwakilan perusahaan bahkan kembali ke New York dan menyampaikan bahwa kerja sama tidak dapat dilanjutkan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran nyata diskriminasi rasial yang dihadapi perempuan kulit hitam pada masa itu. Padahal, penemuan Kenner memiliki potensi untuk membantu meningkatkan kenyamanan perempuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski menghadapi perlakuan diskriminatif, Kenner tidak menyerah. Ia tetap melanjutkan aktivitasnya sebagai penemu dan mengembangkan berbagai gagasan baru.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.