Fungsi lanugo salah satunya adalah mempertahankan lapisan vernix caseosa, yaitu lapisan putih menyerupai lilin yang melindungi kulit janin dari cairan ketuban. Lapisan tersebut menjaga kelembapan kulit dan memberikan perlindungan selama berada di dalam rahim.
Lanugo juga menjaga kehangatan tubuh janin sampai tubuhnya berkembang cukup baik untuk mengatur suhu dengan bantuan lemak tubuh.
Selain itu, gerakan rambut halus tersebut di dalam cairan ketuban dapat merangsang reseptor sensorik pada janin. Proses ini turut berperan dalam mekanisme perkembangan janin.
Lanugo biasanya sudah menghilang dalam dua bulan pertama setelah kelahiran. Pada sebagian bayi, rambut halus di area tertentu, seperti telinga atau bagian bawah punggung, mungkin masih terlihat lebih lama.
Bayi yang lahir prematur cenderung memiliki lanugo lebih banyak karena rambut tersebut belum sempat rontok sebelum kelahiran.