JAKARTA - Pernah muncul benjolan di belakang telinga secara tiba-tiba dan terasa nyeri? Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pembengkakan kelenjar getah bening hingga jerawat.
Melansir Verywell Health, sebagian besar benjolan di belakang telinga tidak berbahaya dan dapat ditangani. Tapi, apa yang sebenarnya memicu kemunculannya secara mendadak? Yuk, kenali penyebabnya.
Pembengkakan kelenjar getah bening adalah salah satu penyebab benjolan yang paling umum. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi.
Hal ini bisa terjadi ketika tubuh sedang mengalami flu, infeksi telinga, gigi atau gusi, radang amandel, hingga infeksi kulit. Benjolan akhirnya muncul karena kelenjar getah bening sedang merespons kondisi tersebut. Namun, pembengkakan akan membaik ketika infeksi mereda.
Benjolan di belakang telinga juga bisa disebabkan oleh masalah kulit, termasuk jerawat. Dalam beberapa kasus, jerawat berkembang menjadi benjolan besar dan terasa nyeri saat disentuh.
Selain jerawat, pertumbuhan kulit kecil yang disebut skin tag dan kista pada kelenjar minyak juga dapat menimbulkan benjolan. Kista biasanya berisi cairan atau bahan seperti minyak dan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit.
Lipoma merupakan benjolan lunak yang terbentuk dari jaringan lemak di bawah kulit dan umumnya tidak berbahaya. Lipoma bisa muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk leher dan sekitar telinga.
Benjolan di belakang telinga juga bisa muncul akibat infeksi bakteri pada folikel rambut yang menyebabkan bisul atau abses. Kondisi ini ditandai dengan benjolan kemerahan, terasa nyeri, dan terkadang disertai demam. Hal ini bisa diatasi dengan mengeluarkan nanah serta memberikan antibiotik sesuai instruksi dokter.
Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid yang terletak di belakang telinga. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika infeksi telinga tengah menyebar ke tulang tersebut. Gejalanya bisa berupa benjolan kemerahan di belakang telinga, nyeri telinga, keluarnya cairan dari telinga, hingga gangguan pendengaran.
Berbeda dengan kondisi sebelumnya yang umumnya tidak berbahaya, mastoiditis memerlukan penanganan medis karena infeksi yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi.
Meski jarang terjadi, benjolan di belakang telinga juga bisa disebabkan oleh tumor jinak maupun ganas. Beberapa jenis tumor dapat terasa keras, sementara jenis lainnya terasa lebih lunak.
Walaupun tidak berbahaya, sebaiknya periksakan ke dokter jika benjolan muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, terasa sangat nyeri, berukuran besar, atau terus membesar meski sudah diobati. Terlebih, jika benjolan disertai demam tinggi, menggigil, keluarnya nanah, sakit kepala, gangguan pendengaran, atau masalah keseimbangan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.