JAKARTA - Bagi yang suka berkebun, ada banyak bahan alami di sekitar rumah yang ternyata bisa dimanfaatkan untuk merawat tanaman. Salah satunya adalah kulit buah yang sering kali langsung dibuang setelah dikonsumsi, seperti kulit alpukat.
Dilansir dari Southern Living, kulit alpukat kaya akan mineral, seperti kalium, kalsium, zat besi, magnesium, dan zinc. Di antara semua nutrisi, umumnya kalium lebih dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang kokoh sekaligus meningkatkan ketahanannya terhadap penyakit.
Meski begitu, kebutuhan nutrisi setiap tanaman bisa berbeda, tergantung pada jenis tanaman dan kondisi tanah. Tanah berpasir atau sangat asam cenderung kekurangan kalsium dan magnesium, sedangkan tanah basa dapat memiliki ketersediaan zat besi yang lebih rendah.
Kekurangan zat besi bahkan bisa menyebabkan klorosis, yaitu kondisi ketika daun menguning. Karena itu, penting untuk mengetahui kondisi tanah sebelum menambahkan kompos atau pupuk agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi dengan baik.
Lantas, bagaimana cara mengolah kulit alpukat agar bisa dimanfaatkan sebagai kompos? Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.
Walaupun bermanfaat bagi tanaman, kulit alpukat sebaiknya tidak langsung dibuang ke tanah. Kulit perlu terurai terlebih dahulu agar nutrisinya bisa diserap oleh akar tanaman.
Selain itu, membuang kulit alpukat langsung ke tanah juga berpotensi menarik hama. Maka dari itu, sebaiknya masukkan kulit alpukat ke tempat pengomposan terlebih dahulu.