Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemendukbangga Perluas Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Penyandang Disabilitas

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |18:05 WIB
Kemendukbangga Perluas Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Penyandang Disabilitas
Kemendukbangga Perluas Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Penyandang Disabilitas. (Foto: Niko Prayoga/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) perluas edukasi kesehatan reproduksi untuk penyandang disabilitas. Hal itu dilakukan dengan meluncurkan buku panduan kesehatan reproduksi bagi penyandang disabilitas.

Panduan tersebut diluncurkan bertepatan dengan Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Kantor Kemendukbangga, Rabu 7 Oktober 2026 Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji mengatakan bahwa panduan itu menjadi satu hal penting sebagai bagian dari kehadiran negara dalam memberikan akses edukasi kepada semua pihak termasuk para disabilitas.

“Karena itu, ada panduan yang berkenaan dengan pedoman kesehatan reproduksi bagi penyandang disabilitas. Tentu di situ ada pengetahuan, ada hal-hal yang sifatnya informasi kepada penyandang disabilitas, khususnya berkenaan dengan kesehatan reproduksi,” kata Wihaji saat diwawancarai usai acara.

Kemendukbangga Perluas Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Penyandang Disabilitas

1. Panduan Ditulis dengan Huruf Braille

Wihaji mengungkapkan bahwa panduan tersebut ditulis dengan huruf braille sebagai akses bagi para penyandang disabilitas. Khususnya bagi tunanetra yang membutuhkan media informasi khusus.

Wihaji menegaskan, hadirnya buku berhuruf braille ini menjadi terobosan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) baru agar kelompok disabilitas tidak lagi tertinggal dalam mengakses hak serta informasi kesehatan reproduksi.

“Itulah hari ini kita luncurkan KIE yang berbasis panduan dengan braille. Itu bagian dari KIE untuk memastikan siapa pun warga negara, termasuk tadi misalnya ada kejadian yang berkenaan dengan kebobolan bagi penyandang disabilitas, maka mulai hari ini kita ada edukasi-edukasi yang berbasis panduan braille, sehingga itu menjadi pembelajaran bagi mereka yang barangkali tadi tidak mendapat akses secara langsung, tapi mendapat panduannya,” tutur dia.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement