Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minecraft Bisa Perkuat Ingatan Anak ADHD, Ini Temuan Studinya

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |11:05 WIB
Minecraft Bisa Perkuat Ingatan Anak ADHD, Ini Temuan Studinya
Ilustrasi main gim. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Siapa sangka bermain Minecraft ternyata tidak melulu soal membangun rumah, bertahan hidup, atau menjelajahi dunia virtual. Aktivitas eksplorasi dalam gim tersebut ternyata berpotensi memperkuat ingatan jangka panjang, khususnya pada anak dengan ADHD.

Hal itu disampaikan dokter Adam Prabata melalui akun X @AdamPrabata. Ia membagikan temuan dari sebuah penelitian yang melihat hubungan antara eksplorasi lingkungan virtual dan kemampuan mengingat pada anak.

Penelitian tersebut melibatkan 68 anak berusia 9-15 tahun, dengan 34 di antaranya merupakan anak dengan ADHD. Dalam penelitian itu, anak-anak terlebih dahulu diminta mempelajari sejumlah kata baru. 

Setelahnya, mereka diminta menjelajahi sebuah lingkungan virtual menggunakan Minecraft. Hasilnya cukup menarik. Anak dengan ADHD yang melakukan eksplorasi di lingkungan Minecraft ternyata mampu mengingat 15,6 persen lebih banyak kata dibandingkan kondisi pembelajaran tanpa eksplorasi tersebut.

“Minecraft ternyata dapat membantu memperkuat ingatan jangka panjang, terutama pada orang dengan ADHD,” tulis dr. Adam Prabata dalam unggahannya, dikutip Kamis (8/10).

Menurut dr. Adam, efek tersebut diduga berkaitan dengan pelepasan neurotransmiter seperti dopamin dan noradrenalin ketika seseorang melakukan eksplorasi di lingkungan virtual. Keduanya berperan dalam proses yang berkaitan dengan plastisitas hipokampus. 

Bagian otak ini memiliki peran penting dalam pembentukan dan penyimpanan memori. Dengan kata lain, aktivitas eksplorasi dalam lingkungan Minecraft diduga memberikan rangsangan yang membantu proses konsolidasi memori pada anak ADHD.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement