Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lidah Mertua Tak Perlu Sering Disiram, Ini Jadwal yang Tepat

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |07:05 WIB
Lidah Mertua Tak Perlu Sering Disiram, Ini Jadwal yang Tepat
Lidah mertua. (Foto: dok Pexels/Fabian Stroobants)
A
A
A

JAKARTA - Lidah mertua atau snake plant (Dracaena trifasciata) termasuk tanaman hias yang cukup mudah dirawat. Tanaman ini dikenal memiliki daun panjang menyerupai pedang yang mampu menyimpan air, sehingga tak perlu sering disiram seperti beberapa tanaman hias lainnya.

Meski begitu, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu jangan terlalu banyak memberikan air. Lidah mertua memang cukup tahan kekeringan, tetapi penyiraman berlebihan justru bisa bermasalah pada tanaman.

Melansir Southern Living, tak ada jadwal penyiraman yang benar-benar harus diikuti. Cara paling mudah adalah memeriksa kondisi tanah terlebih dahulu.

Jika tanah terasa kering, tanaman bisa disiram. Namun, jika tanah masih terasa sedikit lembap, sebaiknya tunggu satu atau dua hari sebelum menyiramnya kembali.

Frekuensi penyiraman juga dapat berubah sesuai musim dan kondisi tanaman. Saat cuaca lebih hangat, lidah mertua bisa membutuhkan air sekitar satu sampai dua minggu sekali. Sementara itu, pada bulan-bulan yang lebih dingin, penyiraman bisa dilakukan lebih jarang, sekitar dua sampai empat minggu sekali.

Kapan Lidah Mertua Butuh Perlu Disiram?

Selain musim, beberapa kondisi juga menentukan kapan lidah mertua perlu disiram, seperti intensitas cahaya, suhu dan kelembapan, jenis dan ukuran pot, serta jenis tanah.

1. Intensitas cahaya

Tanaman yang mendapat cahaya terang secara langsung biasanya membutuhkan penyiraman lebih sering. Sebaliknya, tanah pada tanaman yang berada di ruangan minim cahaya cenderung lebih lama menyimpan kelembapan.

2. Suhu dan kelembapan

Saat cuaca hangat, tanaman menggunakan lebih banyak air sehingga penyiraman dapat dilakukan setiap satu atau dua minggu. Ketika suhu mulai lebih dingin, frekuensi penyiraman sebaiknya dikurangi karena air menguap lebih lambat. Kelembapan udara yang tinggi juga membuat tanaman membutuhkan penyiraman lebih jarang.

3. Jenis dan ukuran pot

Jenis pot juga bisa memengaruhi seberapa cepat tanah mengering. Pot terakota, misalnya, membuat tanah lebih cepat kering dibandingkan pot plastik atau keramik.

Sementara itu, pot yang terlalu besar dapat menahan lebih banyak air. Kondisi ini meningkatkan risiko penyiraman berlebihan. Karena itu, pilih ukuran pot yang sesuai dengan tanaman.

4. Jenis tanah

Lidah mertua butuh media tanam yang memiliki drainase baik. Tanah yang terlalu lama menahan air bisa membuat akar terlalu basah dan meningkatkan risiko busuk akar.

Campuran tanah untuk kaktus atau sukulen yang mengandung perlit atau batu apung (pumice) bisa menjadi pilihan. Media tersebut memberikan sirkulasi udara sekaligus mengalirkan kelebihan air dengan lebih cepat.

Cara Menyiram Lidah Mertua yang Benar

Ada dua metode yang dapat digunakan untuk menyiram lidah mertua, yaitu dari atas dan dari bawah.

Jika menyiram dari atas, tuangkan air langsung ke media tanam dan hindari membasahi daunnya. Pastikan air yang mengalir keluar dari pot tidak menggenang di tatakan. Jika ada air yang terkumpul, segera buang.

Sementara itu, penyiraman dari bawah dapat dilakukan dengan meletakkan pot di dalam wadah berisi air setinggi sekitar 2,5 sentimeter selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, buang sisa air dan biarkan pot mengering sebelum dikembalikan ke tempatnya.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement