Meski donor plasma bisa dilakukan lebih sering di sejumlah negara, bukan berarti prosesnya sama persis dengan donor darah biasa. Menurut dr. Teguh, calon donor plasma tetap harus memenuhi persyaratan donor.
Namun, ada beberapa pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan untuk memastikan plasma yang diperoleh memiliki kualitas yang baik. Salah satunya dengan memantau kadar albumin dan imunoglobulin donor secara berkala.
Hal ini penting karena kandungan dalam plasma donor nantinya akan menjadi bahan untuk menghasilkan produk terapi. Karena itu, kondisi donor dan kualitas plasma menjadi bagian penting dalam proses pengolahan PODP.
“Kalau di donornya juga kadarnya tidak memenuhi, maka produknya juga tidak akan memenuhi,” jelasnya.
Selain kualitas, faktor keamanan juga harus dijaga sejak plasma diambil dari donor hingga diproses menjadi produk obat. Menurut dr. Teguh, setiap tahapan perlu diawasi untuk menekan risiko penularan infeksi dari donor kepada pasien.
Dengan demikian, plasma yang didonorkan bukan hanya menjadi bagian dari transfusi darah. Kandungan di dalamnya juga bisa diolah menjadi berbagai terapi penting bagi pasien, sementara sebagian pasien membutuhkan produk tersebut secara berkelanjutan.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.