Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Donor Plasma vs Donor Darah, Apa Bedanya?

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2026 |23:05 WIB
Donor Plasma vs Donor Darah, Apa Bedanya?
Beda donor darah dengan donor plasma. (Foto: Freepik)
A
A
A

DONOR darah selama ini identik dengan jeda waktu tertentu sebelum seseorang bisa kembali mendonorkan darah. Namun, bagaimana dengan donor plasma?

Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menjelaskan donor plasma memiliki beberapa perbedaan dengan donor darah biasa. Bahkan, di sejumlah negara, donor plasma bisa dilakukan lebih sering, yakni setiap dua minggu sekali.

“Untuk donor plasma itu banyak di negara-negara memberikan batasan bahwa kita bahkan bisa donor plasma dua minggu sekali,” ujar dr. Teguh dalam International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 bersama Takeda, Rabu 7 Oktober 2026.

Golongan darah

1. Apa Itu Plasma dan Manfaatnya?

Menurutnya, interval donor yang lebih sering membuat plasma yang dikumpulkan juga berpotensi lebih banyak. Dengan begitu, manfaatnya untuk pasien yang membutuhkan terapi berbasis plasma juga semakin besar.

“Artinya apa? Artinya kita bisa memberikan sesuatu untuk pasien itu dengan lebih banyak, lebih sering,” ujar dr. Teguh.

Lantas, sebenarnya untuk apa plasma yang didonorkan? dr. Teguh menjelaskan, darah terdiri dari komponen seluler dan plasma. Plasma merupakan bagian cair dari darah yang mengandung berbagai zat, terutama protein.

Plasma bisa langsung digunakan untuk transfusi, misalnya dalam bentuk fresh frozen plasma (FFP) atau cryoprecipitate. Namun, pemanfaatannya tidak berhenti sampai di situ.

Plasma juga bisa diproses melalui fraksionasi untuk menghasilkan berbagai produk obat yang lebih spesifik untuk mengobati penyakit langka. Di antaranya albumin, imunoglobulin seperti IVIg dan SCIG, serta faktor pembekuan seperti faktor VIII dan IX.

2. Produk Hasil Pengolahan Plasma

Produk hasil pengolahan plasma ini dikenal sebagai Produk Obat Derivat Plasma (PODP). Produk tersebut kemudian digunakan untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu. Albumin, misalnya, dapat diberikan kepada pasien yang mengalami kadar albumin rendah atau hipoalbuminemia.

“Plasma ini pun sebenarnya bisa diolah menjadi berbagai macam derivatnya atau komponen-komponen kecilnya yang lebih spesifik,” jelas dr. Teguh.

Sementara imunoglobulin seperti IVIg dapat digunakan pada pasien dengan kondisi autoimun maupun kondisi infeksi tertentu. Adapun faktor pembekuan seperti faktor VIII dibutuhkan pasien hemofilia.

Kebutuhan terhadap produk-produk ini juga tidak selalu hanya sekali. Pada pasien tertentu, terapi berbasis PODP perlu diberikan secara rutin sehingga ketersediaan plasma harus terus dijaga.

“Teman-teman pasien yang membutuhkan komponen-komponen yang merupakan PODP itu biasanya kebutuhannya bukanlah hanya sekali butuh, tapi akan menjadi kebutuhan yang terus-menerus,” ujar dr. Teguh.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement