KASUS influenza A kembali meningkat belakangan ini. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya orangtua, perlu lebih memperhatikan upaya pencegahan penularan ketika anak mulai menunjukkan gejala, seperti demam, tubuh terasa tidak nyaman, hingga lebih sering menangis.
Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan, proporsi influenza yang terdeteksi sempat mengalami peningkatan dalam beberapa pekan. Pada salah satu periode pemantauan, sebagian besar virus influenza yang teridentifikasi merupakan influenza A, termasuk subtipe A(H3N2) dan A(H1N1)pdm09.
Influenza sendiri dapat menular melalui saluran pernapasan. Karena itu, ketika seorang anak mulai mengalami gejala atau telah terkonfirmasi influenza, orangtua perlu melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko penularan kepada anggota keluarga lain.
Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone mengungkap ada 4 langkah penting yang bisa dilakukan. Apa saja?
dr. Yogi menyarankan anggota keluarga yang tinggal serumah dengan anak yang telah terkonfirmasi influenza untuk menggunakan masker. Terutama, ketika berada dekat dengan anak yang sedang sakit.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan droplet. Selain itu, partikel pernapasan yang dapat membawa virus juga bisa dihindari.
“Jadi pintu masuknya seringkali kan dari saluran pernapasan ya sehingga sebisa mungkin anak besar, orang dewasa yang tinggal serumah dengan anak yang memang sudah confirm influenza itu menggunakan masker,” ujar dr. Yogi.
Selain menggunakan masker, anak yang sedang sakit sebaiknya memiliki ruang terpisah apabila kondisi rumah memungkinkan.
Pemisahan tempat tidur dapat membantu mengurangi kontak dekat, terutama pada malam hari ketika anggota keluarga berada dalam satu ruangan untuk waktu yang cukup lama. Keluarga juga dianjurkan tidak berbagi peralatan makan dengan anak yang sedang sakit.
“Nah kemudian, kalau memungkinkan, kalau ruangannya ada dan anaknya memang bisa dipisahkan, maka tidurnya tentu dipisahkan,” jelas dr. Yogi.

Kebersihan tangan juga tidak kalah penting dalam mencegah penyebaran influenza di lingkungan rumah. Anggota keluarga dianjurkan mencuci tangan menggunakan teknik enam langkah yang direkomendasikan WHO.
Cuci tangan terutama perlu dilakukan setelah batuk atau bersin serta sebelum makan. Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan virus berpindah melalui tangan.
Etika batuk dan bersin juga harus diterapkan. Saat batuk atau bersin, gunakan bagian dalam lengan atas untuk menutup mulut dan hidung. Jika menggunakan tisu, tisu sebaiknya segera dibuang setelah digunakan dan tidak dibiarkan menumpuk di dalam ruangan.
“Kemudian kita juga jangan berbagi tempat makan. Pastikan cuci tangan 6 langkah WHO. Terutama setelah batuk, bersin, sebelum makan gitu ya. Erika batuk juga diajarkan ya dengan lengan atas,” tutur dr. Yogi.
“Kalau pakai tisu harus langsung dibuang, jangan ditumpuk dulu gitu,” lanjutnya.
Selain kontak langsung, kondisi udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Ventilasi yang buruk dapat membuat pertukaran udara tidak optimal sehingga konsentrasi virus di dalam ruangan berpotensi meningkat.
Karena itu, jendela dapat dibuka secara berkala apabila kondisi lingkungan memungkinkan. Langkah tersebut bertujuan memastikan adanya pertukaran udara di dalam rumah.
Namun, dalam kondisi tertentu, misalnya ketika udara luar tercemar asap atau abu vulkanik, jendela mungkin perlu tetap ditutup. Dalam situasi seperti itu, penggunaan air purifier dengan filter HEPA dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
“Untuk salah satu yang juga seringkali menjadi masalah adalah kalau ventilasinya buruk gitu ya. Atau kita terbiasa menggunakan AC 24 jam,” jelas dr. Yogi.
“Padahal salah satu cara untuk mencegah, jangan sampai konsentrasi virusnya itu dia terus bertambah dan muter di situ-situ aja adalah ventilasi. Sehingga kita bisa buka jendela, kemudian pastikan ada pertukaran udara. Kalau kondisi misalnya, tadi ya asap atau abu vulkanik, pada saat memang harus tertutup, kita pasang air purifier yang ada HEPA filternya gitu,” sambungnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.